Pamor Borneo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalsel

  • 08 Agt 2026 16:26 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin. Kegiatan yang menjadi rangkaian HUT ke-76 Kalsel ini mengusung penguatan UMKM, investasi sektor riil, dan perluasan akseptasi digital serta pengelolaan uang rupiah. Jumat, 7 Agustus 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Karena itu, diperlukan sinergi dan komitmen bersama untuk membangun Kalimantan juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Pada pilar perdagangan, BI bersama Pemda memperkuat UMKM unggulan Kalsel melalui pameran produk fesyen, kriya, dan kuliner yang disertai bisnis matching pembiayaan. Fasilitas ini mencakup edukasi, pendampingan, layanan SLIK bersama OJK, dan pertemuan langsung UMKM dengan lembaga jasa keuangan,” ujarnya.

Hasilnya, Pamor Borneo 2026 mencatat komitmen kerja sama perdagangan antara UMKM dengan usaha perhotelan di Kalsel senilai Rp100 juta. Selain itu, terdapat potensi realisasi akses kredit atau pembiayaan bagi UMKM mencapai lebih dari Rp6,2 miliar untuk pembangunan skala usaha dan perluasan pasar.

“Pada pilar investasi, investment forum menawarkan proyek strategis, terdiri dari tujuh proyek di Kalsel dan delapan proyek di provinsi lain di Kalimantan. Lebih dari 20 calon investor hadir dalam kegiatan ini dan menghasilkan 12 Letter of Interest untuk tujuh proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp62,69 triliun,” ucapnya.

Unit hubungan investor wilayah Intan Kalsel terus mendorong percepatan realisasi investasi daerah, termasuk mengidentifikasi dan mencari solusi pada berbagai hambatan investasi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat iklim invest juga membuka peluang pengembangan sektor sektor ekonomi potensial di Kalimantan.

”Pada pilar akseptasi digital, perlunya perluasan transaksi tunai dan nontunai sebagai bagian dari akselerasi transformasi ekonomi Kalimantan. Selain menguatkan pemahaman masyarakat melalui gerakan CBP, kita kenalkan juga Qris Tanpa Pindai yang ini telah diterapkan pada sejumlah layanan Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan sejumlah perdagangan di Kalsel,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....