ASN 'Absen, Ngopi, Pulang', Rifqy: Lihat dengan Mata Kepala Sendiri, Kamu kan Hidup?

  • 07 Agt 2026 13:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Polemik pernyataan Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqynizami Karsayuda, terkait kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) "absen, ngopi, absen, pulang" kembali menuai sorotan. Saat kunjungannya ke Balai Kota Banjarmasin, Jumat, 7 Agustus 2026, Rifqy justru melontarkan jawaban yang tak terduga ketika dikonfirmasi awak media mengenai dasar pernyataannya itu.

Rifqy tidak memberikan penjelasan rinci mengenai maksud maupun temuan yang mendasari kritik tersebut. Sebaliknya, ia meminta wartawan menyimpulkan sendiri kondisi di lapangan.

"Kamu lihat dengan mata kepala kamu sendiri lah, kamu kan hidup?" ujar Rifqy singkat kepada wartawan.

Pernyataan itu langsung memantik perhatian karena dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan yang diajukan. Sebelumnya, dalam forum resmi, Rifqy mengkritik budaya kerja sebagian ASN yang menurutnya masih jauh dari harapan reformasi birokrasi.

“Mentalitas sumber daya manusianya enggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi. Itu yang menyakiti hati para ASN yang benar-benar bekerja,” ujar Rifqinizamy dalam pernyataannya.

Ucapan itu memicu polemik lantaran dinilai sebagai generalisasi terhadap kinerja ASN. Sejumlah pihak mempertanyakan dasar pernyataan tersebut serta meminta agar kritik terhadap birokrasi disampaikan berdasarkan fakta dan evaluasi yang terukur.

Sebelumnya Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Sekretaris Daerah, Ichrom Muftezar menyatakan pernyataan itu tidak bisa digeneralisasi sebagai perilaku seluruh ASN, terutama di lingkungan Pemko Banjarmasin “Kalau memang ada yang didapati seperti itu, bagi kami itu hanya oknum. Bagi kami tidak bisa digeneralisasikan,” katanya.

Namun demikian, sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR seluruh jajaran diminta meningkatkan performa kerja melalui evaluasi dan monitoring yang lebih ketat. Ia memastikan pimpinan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah diminta memperkuat pengawasan terhadap bawahannya masing-masing.

“Jika ditemukan ASN yang hanya datang untuk absen lalu meninggalkan pekerjaan, hal tersebut tidak bisa digeneralisasi sebagai perilaku seluruh ASN. Kalau memang ada yang didapati seperti itu, bagi kami itu hanya oknum,” ucapnya, tegas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....