Momen Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Yamin Ajak Bangun Generasi Emas
- 06 Agt 2026 15:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Ajakan itu Ia sampaikan dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang berlangsung di aula Kayuh Baimbai, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Wali Kota Yamin, keberhasilan mewujudkan generasi emas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat. Ia menambahkan, perhatian terhadap tumbuh kembang anak merupakan bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Saya berpesan kepada Kepala DP3A, dinas terkait, Bunda PAUD, dan juga para orang tua, pada akhirnya kita harus bersama-sama menjaga, mendidik, dan merawat anak-anak kita demi kemajuan Kota Banjarmasin dan masa depan Indonesia. Kalau Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, maka Banjarmasin juga harus menjadi Banjarmasin Emas,” kata Yamin.
Yamin juga mengingatkan pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Termasuk membiasakan anak menjaga kebersihan dan memahami pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Kita harus terus menanamkan jiwa kepedulian kepada anak-anak. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memahami cara menangani persoalan sampah. Itu penting untuk masa depan mereka,” ujarnya lagi.
Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin turut menyerahkan bantuan tas sekolah kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Selain itu, dilakukan pula pencanangan pembangunan Masjid Ramah Anak, penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA), serta penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis sebagai wujud pemenuhan hak-hak sipil anak.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyayangi, melindungi, dan membangun masa depan anak melalui pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas. Menurutnya, seluruh pihak perlu mendukung tiga gerakan penting, yakni menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali satu tahun pendidikan prasekolah (PAUD), membangun karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta mendampingi anak dalam menggunakan gawai secara bijak.
“PAUD bukan sekadar tempat bermain. Tetapi tempat anak belajar mengenal dirinya, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan dasar. Ini adalah investasi terbaik bagi masa depan mereka,” ujar Neli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....