Puluhan Jemaah Umroh Terlantar Asal Kalsel Dijadwalkan Tiba di Banua Jumat Pagi

  • 06 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sebanyak 36 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan yang terlantar di Arab Saudi dijadwalkan tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, pada Jumat, 7 Agustus 2026 pagi. Puluhan jemaah dari daerah Tanjung, Tabalong dan Barabai tersebut sebelumnya dilaporkan tidak dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal.

Kondisi tersebut diduga terjadi karena penyelenggara perjalanan ibadah umrah mengalami kendala keuangan sehingga kepulangan para jemaah tertunda. Mendengar informasi tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan Bambang Heri Purnama mengambil langkah cepat dengan bersedia membantu seluruh biaya kepulangan jemaah menggunakan dana pribadi.

Niat mulia ini datang saat Bambang sedang berada di Arab Saudi bersama keluarga untuk menjalankan ibadah umroh sejak 24 Juli hingga 5 Agustus 2026. Keberadaannya di negara tersebut memudahkan koordinasi dengan berbagai pihak sehingga proses pemulangan para jemaah dapat segera direalisasikan.

“Saat itu saya bersama keluarga juga sedang menjalankan ibadah umroh, dan melaksanakan jumat berkah disana. Kemudian mendapat informasi bahwa ada jemaah asal Kalsel yang terlantar di Jeddah, saya langsung mendatangi kesana bersama tim dan secara spontan saja saya bersedia untuk membiayai kepulangan jamaah ke Indonesia,” ujarnya, saat di kediamannya di Banjarmasin, Kamis 6 Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan jemaah yang Ia terima, mereka telah terlantar selama empat hari. Jemaah juga sempat diusir oleh pihak hotel lantaran biaya penginapan tidak dibayarkan oleh travel.

“Hari pertama mereka sempat diusir oleh pihak hotel di Madinah, karena dikatakan tidak dibayarkan oleh travel. Kemudian mereka mengumpulkan uang untuk membayar hotel lagi hingga akhirnya tidak ada lagi biaya, mereka memutuskan untuk pergi ke Jeddah terlantar tanpa ada kepastian," katanya.

Menurut Bambang, peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada masa mendatang.

"Peristiwa ini harus menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat lebih terlindungi," ucapnya. Ia juga mendorong seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

Ia berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Banjarmasin dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga. Selain itu, Bambang juga meminta pihak berwenang mengusut tuntas penyebab keterlantaran para jemaah serta memastikan adanya perlindungan hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....