Bulan Safar, Jembatan menuju Maulid Nabi Muhammad Saw

  • 06 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Meskipun Bulan Safar kerap dikaitkan dengan berbagai mitos yang bernuansa negatif, bulan ini sejatinya dapat menjadi momentum untuk memperkuat tauhid sebagai bekal menyambut Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Muhammad, Lc., M.H.I dalam acara Hikmah Subuh, Kamis, 6 Agustus 2026 di RRI Pro.4 Banjarmasin.

Ustaz H. Muhammad menilai tidak sedikit anggapan masyarakat tentang Safar sebagai bulan pembawa kesialan. Di dalam pandangan Islam ditegaskan bahwa Safar tidak berbeda dengan bulan yang lainnya. "Justru bulan Safar itu jadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal baik menyambut kedatangan Rabiul Awal," ujar Ustaz H. Muhammad

Menurutnya, anggapan bahwa Safar membawa sial, musibah atau segala hal itu tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. "Yang mendatangkan segala manfaat ataupun mudarat itu hanya Allah Swt, dan Rasulullah Saw telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar," ujarnya menjelaskan

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ustaz H. Muhammad menyebutkan tidak ada ibadah khusus pada bulan Safar, namun memperbanyak amal soleh sangat dianjurkan. Diantaranya membaca Al-Qur'an, istighfar, shalawat, shalat berjamaah maupun melakukan silaturahmi. Bulan Safar juga merupakan waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan bekal spiritual seseorang menyambut Rabiul Awal, yakni bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Ustaz H. Muhammad mengingatkan semua muslim bahwa peringatan Maulid bukan sebatas seremoni, namun menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Sebagaimana beliau menegaskan bahwa Safar bukan bulan sial dan dibuktikan dengan sejumlah peristiwa penting. Diantaranya pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah, pernikahan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, serta awal hijrah Rasulullah yang terjadi pada akhir bulan Safar.

"Bukti cinta kepada Nabi adalah meneladani akhlaknya, pelajari dan ikuti sunnah, perbanyak shalawat, dan dalam kehidupan sehari-hari kita hidupkan ajaran-ajaran beliau," ujarnya

Ia menambahkan, dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, Allah Swt memerintahkan kaum beriman agar bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Selain itu, umat muslim juga diharapkan menjadikan bulan Safar sebagai waktu membersihkan berbagai mitos ataupun keyakinan yang tidak sesuai syariat.

Ustaz H. Muhammad mengajak umat muslim untuk menghidupkan bulan Safar dengan teladan Rasulullah, baik lisan, telinga, mata, hati, sikap bahkan sifatnya beliau. "Mari kita maksimalkan dari sekarang, sebab salah satu kesialan yang sesungguhnya adalah ketika kita jauh dari amaliah dan sunnah beliau," ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....