Kemarau Jadi Penguat Iman dan Kepedulian Lingkungan

  • 03 Agt 2026 07:38 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kemarau dapat menjadi ujian, rahmat, atau teguran sesuai kondisi manusia
  • Islam mengajarkan doa, tobat, dan kepedulian saat menghadapi musim kemarau
  • Menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Musim kemarau tidak hanya dipandang sebagai fenomena alam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungan. Islam mengajarkan agar setiap musibah dijadikan pelajaran sehingga manusia mampu mengambil hikmah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dalam ajaran Islam, setiap musibah terjadi melalui rangkaian sebab akibat yang merupakan bagian dari sunnatullah. Karena itu, kemarau tidak cukup disikapi dengan keluhan, melainkan dengan introspeksi, ikhtiar, dan kepedulian terhadap sesama serta alam sekitar.

"Setiap musibah mengandung pelajaran yang harus dipahami oleh manusia. Kemarau bisa menjadi ujian, rahmat, bahkan teguran, bergantung pada bagaimana manusia menjalani kehidupan dan menyikapinya," kata Akademisi UIN Antasari Prof. Dr. H. Sukarni, M.Ag saat Kuliah Subuh RRI PRO1 Banjarmasin, Senin 3 Agustus 2026.

Guru Besar Fikih Lingkungan UIN Antasari mengatakan, bagi orang beriman, ujian bukanlah bentuk kebencian Allah, melainkan sarana meningkatkan kualitas iman sebagaimana dialami para nabi dan orang-orang saleh. Sebaliknya, musibah dapat menjadi peringatan bagi mereka yang terus melakukan kezaliman dan mengabaikan nilai-nilai kebaikan.

"Rasulullah mengajarkan umatnya untuk menghadapi kemarau dengan memperbanyak doa, memohon hujan yang membawa manfaat, sekaligus memperbanyak tobat dan sedekah. Ibadah yang dilakukan dengan penuh kerendahan hati menjadi bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon rahmat Allah," ucap Sukarni.

Selain memperkuat ibadah, Sukarni mengajak masyarakat menjaga keseimbangan alam sebagai amanah yang diberikan Tuhan. Kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia menjadi pengingat bahwa perilaku sehari-hari turut menentukan keberlangsungan kehidupan di bumi.

"Bumi adalah amanah yang harus dijaga bersama. Sekecil apa pun tindakan yang memicu kerusakan lingkungan harus dihindari karena manusia hidup dan bergantung pada bumi yang telah Allah titipkan kepada kita," ujar Sukarni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....