Pemkab Balangan Sisir Keluarga Berisiko Stunting di Binuang Santang
- 30 Jul 2026 13:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan menggelar pendampingan verifikasi dan validasi pemutakhiran data keluarga berisiko stunting di Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, Rabu, 29 Juli 2026. Peninjauan langsung ini menjadi bagian dari agenda nasional guna menjamin keakuratan data penerima bantuan di tingkat desa.
Penataan basis data stunting ini dikawal langsung oleh jajaran penyuluh Keluarga Berencana (KB) bersama petugas kesehatan setempat. Tim pun harus menerjang keterbatasan akses geografis demi memastikan potret riil kondisi kesehatan warga di wilayah pedalaman tersebut.
JF Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda Kabupaten Balangan, Denny Mariaty Simbolon, menguraikan tantangan medan jalan memang memengaruhi kemudahan warga mengakses bahan pangan bernutrisi. Oleh sebab itu, pemeriksaan lapangan menjadi kunci penting untuk memetakan intervensi nutrisi yang paling tepat.
"Dari hasil peninjauan, kami melihat kondisi jalan yang terbatas tentu berpengaruh terhadap kemudahan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi, vitamin, maupun susu. Karena itu kami ingin memastikan kondisi riil keluarga berisiko stunting di wilayah ini," ujarnya.
Dalam kegiatan verifikasi ini, petugas mendata dua balita serta satu ibu hamil yang tergolong dalam kategori rentan stunting. Hasil inventarisasi menunjukkan masih belum memadainya sarana jamban dan sanitasi warga, sehingga butuh penanganan terpadu lintas sektor.
Penyuluh KB Ahli Pertama Binuang Santang, M. Ramadhani Mubarak, menegaskan bahwa kondisi lapangan ini akan diserahkan ke instansi teknis terkait. Pihaknya mendorong pembenahan sarana air bersih, perbaikan sanitasi, serta keterjangkauan akses jalan desa.
"Kami mendata kondisi di lapangan terlebih dahulu, kemudian hasilnya akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait sesuai kewenangannya. Harapannya akses jalan, air bersih, dan fasilitas sanitasi di desa ini bisa semakin baik," katanya.
Bidan Desa Binuang Santang, Anika, turut menyoroti pentingnya pengawasan intensif terhadap kesehatan ibu hamil di daerah terpencil. Pemantauan ketat diharapkan mampu meminimalkan risiko komplikasi kesehatan dari masa kehamilan hingga proses persalinan.
"Kami berharap, ibu hamil di Binuang Santang tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Sehingga nantinya dapat melahirkan di fasilitas kesehatan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin," ucapnya.
Rangkaian kegiatan pemutakhiran data tersebut ditutup dengan penyaluran bantuan pangan bergizi bagi keluarga sasaran. Tim menyerahkan paket biskuit tambahan gizi serta asupan susu khusus untuk balita dan ibu hamil di lokasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....