Melestarikan Kue Legendaris Cingkaruk Khas Banua

  • 30 Jul 2026 07:38 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin : Wadai (kue) tradisional cingkaruk merupakan salah satu kuliner legendaris khas Banua yang hingga kini masih dikenal masyarakat Kalimantan Selatan. Terbuat dari beras ketan yang disangrai dicampur dengan santan dan gula merah, kue cingkaruk memiliki cita rasa manis dan gurih serta tekstur yang khas.

Kue cingkaruk sudah menjadi bagian dari kekayaan kuliner Banjar yang diwariskan secara turun temurun oleh para tetua terdahulu. Saat ini jajanan legendaris cingkaruk sudah mulai jarang ditemukan baik dipasar tradisional ataupun toko kue.

"Wadai cingkaruk ini biasanya muncul apabila ada acara acara tertentu,tapi saat ini sangat jarang peminatnya apalagi di jual dipasar tradisional atau pun juga toko kue," ucap Harti pembuat Kue cingkaruk, Rabu 29 Juli 2026.

Harti mengatakan, seiring perkembangan zaman dan maraknya makanan modern keberadaan kue cingkaruk semakin jarang ditemukan. Generasi muda pun mulai kurang mengenal kue tradisional ini sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga agar warisan kuliner tersebut tidak hilang ditelan waktu.

"Enak kuenya manis gurih,tapi sulit mencarinya harapannya kue kue tradisional ini lebih sering dimunculkan dan dijual dipasar atau stand khusus atau juga toko kue biar pada tau kue daerah sendiri," ucap Hamdah pembeli.

Pelestarian kue cingkaruk dapat dilakukan melalui promosi pada berbagai festival kuliner serta pemberdayaan pelaku UMKM hingga pengenalan makanan tradisional ini semakin diminati. Dengan begitu masyarakat tidak hanya menikmati cita rasanya tetapi juga memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Selain menjadi sajian khas pada acara keluarga dan perayaan adat kue cingkaruk juga memiliki potensi sebagai oleh oleh khas Kalimantan Selatan. Hai itu perlu dukungan pemerintah dan komunitas budaya, serta masyarakat.

"Dengan dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong pelestarian dan pengembangan kuliner tradisional ini agar tetap eksis di tengah arus modernisasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....