Disbudporapar Banjar Bekali Pemuda dengan Kemampuan Publik Speaking
- 29 Jul 2026 00:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Martapura - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui pelatihan public speaking yang diikuti puluhan pemuda dari berbagai organisasi dan komunitas di Kabupaten Banjar.
Pelatihan tersebut digelar oleh Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kabupaten Banjar di Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Selasa, 28 Juli 2016. Kegiatan dibuka Kepala Disbudporapar Banjar H. Irwan Jaya didampingi Kabid Kepemudaan Muhari dan Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Supriyadi.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan rentang usia 16 hingga 30 tahun. Mereka berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas di Kabupaten Banjar.
Kepala Disbudporapar Banjar, H. Irwan Jaya, mengatakan pelatihan public speaking atau master of ceremony bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan efektivitas komunikasi saat berbicara di depan umum. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan memandu acara dari awal hingga akhir secara profesional.
“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan kapasitas pemuda, khususnya dalam membangun kepercayaan diri, menyampaikan ide secara efektif serta menjadi komunikator yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan kepemudaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan berdaya saing.
Irwan menilai pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan berbicara di forum publik perlu terus diasah agar mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, semoga pemuda Kabupaten Banjar dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara personal dan profesional sebagai calon pemimpin masa depan,” ucapnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai peran serta pemuda dalam program kepemudaan. Peserta juga memperoleh pembekalan teknik dan praktik menjadi master of ceremonyyang disampaikan Widyaiswara Ahli Madya, Normalina.
Salah seorang peserta, Siti Rahmah, mengaku sebelum mengikuti pelatihan tantangan terbesarnya saat berbicara di depan umum adalah rasa gugup dan kurang percaya diri. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya kerap kehilangan fokus dan lupa dengan materi yang akan disampaikan.
Melalui pelatihan ini, Siti memahami bahwa rasa gugup merupakan hal yang wajar ketika berbicara di depan banyak orang. Ia juga memperoleh berbagai teknik untuk mengatasinya melalui persiapan materi, latihan rutin, pengaturan pernapasan, dan membangun rasa percaya diri.
“Kami juga diajarkan teknik berbicara yang baik, cara menguasai audiens, dan bagaimana menjadi pembawa acara yang komunikatif,” katanya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut dapat terus diasah dan diterapkan dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum akan sangat bermanfaat, baik di lingkungan organisasi, pendidikan, maupun dalam kegiatan kemasyarakatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....