Pelaku UMKM Ikut Bersuara di tengah Aksi Protes Pemadaman Listrik
- 28 Jul 2026 14:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gelombang pemadaman listrik yang melanda Kota Banjarmasin berdampak serius terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keresahan tersebut terungkap saat seorang pemilik usaha katering meluapkan keresahannya di tengah aksi demonstrasi di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Selasa, 28 Juli 2026.
Pelaku usaha katering tersebut, Ari Sandra Rini, mengaku tidak berniat mengikuti aksi sejak awal. Namun, saat melintas di lokasi aksi, Ia tergerak untuk ikut menyuarakan keresahan yang sedang dialaminya.
“Sebagai masyarakat awam saya cuma menyampaikan apa yang saya rasakan saja. Pas kebetulan lewat saya tiba-tiba merasa ingin menyampaikan keresahan saya," ujarnya saat ditemui.
Ari menceritakan bagaimana proses produksi pesanan makanan di tempat usahanya terganggu akibat padamnya aliran listrik. Ia bahkan hampir gagal melayani pesanan katering akibat seluruh peralatan pengolah bumbu dapur tidak dapat difungsikan.
“Kemarin saya mau masak buat orang untuk selamatan, tapi blender tidak bisa nyala, mau ke pasar giling bumbu juga mati lampu. Akhirnya menunya kami ganti dengan masakan yang tidak banyak pakai bumbu,” katanya menjelaskan.
Kerugian yang ditanggung pelaku UMKM menurut Ari tidak sekadar hilangnya pendapatan semata. Lebih dari itu, tenggat waktu pengerjaan, tenaga, hingga kepercayaan dari para pelanggan turut menjadi bagian dari kerugian yang ia rasakan.
Selain itu, ia pun mempertanyakan jadwal pemadaman listrik bergilir yang dinilainya tidak proporsional. Kawasan permukimannya tercatat mengalami pemadaman berturut-turut hingga empat hari ke belakang.
“Kalau memang ada giliran pemadaman listrik, jangan di daerah-daerah tertentu saja. Semuanya harus merata di manapun itu," ujar Ari tegas.
Ia pun berharap manajemen PLN segera membenahi kendala jaringan agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak dengan kondisi ini. Bagi para pelaku usaha kecil, kondisi kelistrikan yang normal adalah hal mutlak agar roda perekonomian mereka tetap bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....