Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Massa Sambangi Kantor PLN Banjarmasin

  • 28 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Massa dari Aliansi Pemuda Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin di kawasan Jalan Lambung Mamgkurat pada Selasa, 28 Juli 2026. Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini digelar sebagai bentuk protes atas maraknya pemadaman listrik bergilir yang terjadi.

Dalam jalannya aksi, empat orang pemuda mengawali dengan berjalan menuju titik aksi sambil menutup mata dan membawa obor. Aksi simbolis ini merupakan gambaran dari keresahan yang dialami masyarakat selama pemadaman listrik terjadi.

Kehadiran massa aksi ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pengendara yang melintas. Beberapa warga bahkan sengaja menepikan kendaraan untuk ikut menyuarakan aspirasi mereka atas dampak pemadaman tersebut.

"Kami ingin meminta kepastian dari PLN kapan sebenarnya pemadaman ini berakhir. Karena pemadaman meini sudah sangat berdampak pada masyarakat," ujar perwakilan aksi, Ahmad Sunir Ridha.

Sunir menyebut sebagai warga dan pelaku usaha, ia sangat terdampak dengan adanya pemadaman ini. Ia menuntut adanya kepastian dan solusi terkait maraknya pemadaman listrik yang terjadi.

Sementara itu, di tengah penyampaian orasi, perwakilan PT PLN UP3 Banjarmasin menemui massa untuk berdialog secara langsung. Pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman bergilir yang kembali dialami warga Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir.

Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PT PLN UP3 Banjarmasin, Hendy Saifuddin, menjelaskan terkait kendala teknis yang sedang terjadi pada pasokan listrik regional. Menurutnya, gangguan di satu daerah akan langsung berdampak ke daerah lain karena jaringan yang saling terhubung.

"Listrik kita ini sebenarnya terintegrasi mulai dari Kalteng, Kalsel, Kaltim, hingga Kaltara. Sehingga jika ada satu sisi saja yang terdampak akan berpengaruh terhadap seluruh sistem," kata Hendy Syaifuddin.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini tim teknis tengah fokus melakukan perbaikan pada unit PLTU Asam-Asam. Namun di saat bersamaan, gangguan tak terduga kembali muncul pada pembangkit Tanjung Power Indonesia serta pembangkit di Kuala Kurun, Kalimantan Tengah.

Aksi ini pun akhirnya ditutup dengan penyerahan berkas tuntutan resmi dari massa aksi kepada pihak PLN. Kedua belah pihak menandatangani dokumen kesepakatan tersebut untuk segera ditindaklanjuti secara konkret.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....