Banjarmasin Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla Awal Agustus
- 27 Jul 2026 17:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin hingga kini belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin tetap melancarkan pemantauan intensif pada sejumlah titik rawan.
Sekretaris BPBD Kota Banjarmasin, Budi Fitriadi menyampaikan fokus pengawasan intensif saat ini menyasar tiga wilayah kecamatan rentan. Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur, dan Banjarmasin Utara.
Mengenai pemicu kejadian, Budi menegaskan sejauh ini belum terdeteksi adanya titik panas (hotspot) di wilayah Banjarmasin. Ia memastikan sejumlah insiden kebakaran yang terjadi murni dipicu oleh aksi pembakaran sampah dan pembuangan puntung rokok sembarangan.
"Jadi beberapa kejadian kebakaran lahan ini bukan karena hotspot (titik api). Tapi murni karena kelalaian masyarakat saat membakar sampah dan membuang puntung rokok," ujarmya Minggu, 26 Juli 2026.
Menanggapi potensi peningkatan ancaman, pihak BPBD kini tengah mematangkan perencanaan guna menetapkan status siaga darurat karhutla. Penetapan status resmi tersebut diproyeksikan akan direalisasikan pada awal Agustus mendatang.
"Status siaga ini harus melalui beberapa tahapan-tahapan dulu. Kita akan rapat internal, kemudian juga rapat bersama instansi terkait sehingga status siaga karhutla ini bisa kita tetapkan segera," kata Budi menjelaskan.
Langkah penetapan status siaga tersebut dipertimbangkan menyusul maraknya insiden kebakaran lahan belakangan ini. Melalui skema tersebut, pemerintah kota nantinya akan mendirikan posko khusus guna mengoptimalkan pemantauan karhutla secara terpadu.
Sementara itu, tiga kabupaten di Kalimantan Selatan telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat karhutla pada awal Juli 2026. Ketiga wilayah tersebut meliputi Kabupaten Tapin, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu.
Secara cakupan wilayah regional, data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatatkan 157 kejadian karhutla hingga 20 Juli 2026. Total area terdampak di Kalsel mencapai 459,68 hektare dengan 3.010 titik panas terpantau satelit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....