Aneh, Upacara Hari Anak Nasional di Balai Kota Banjarmasin tanpa Perwakilan Anak
- 23 Jul 2026 13:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin tampak aneh. Upacara yang digelar di halaman Balai Kota Banjarmasin, Kamis, 23 Juli 2026 justru berlangsung tanpa dihadiri perwakilan anak-anak.
Upacara peringatan HAN 2026 di Balai Kota, hanya dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Banjarmasin. Seharusnya momentum ini menjadi perayaan hak dan partisipasi mereka sebagai subjek utama kegiatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, membantah bahwa anak-anak sama sekali tidak dilibatkan dalam upacara tersebut. "Kami tetap menghadirkan dua orang perwakilan Forum Anak Kota Banjarmasin. Mereka membacakan Suara Anak Kota Banjarmasin di hadapan peserta upacara," ujarnya.
Ramadhan menjelaskan, keterlibatan anak pada peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak hanya dipusatkan di Balai Kota. Ia mengklaim, peringatan serupa juga dilaksanakan secara bersamaan di sekolah-sekolah masing-masing.
"Jadi, di sekolah-sekolah juga melaksanakan peringatan Hari Anak Nasional. Makanya anak-anak tidak kami kumpulkan seluruhnya di Balai Kota," katanya.
Meski demikian, ia memastikan Pemerintah Kota Banjarmasin tetap menyiapkan agenda khusus yang akan melibatkan lebih banyak anak. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang bersama Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR.
"Nanti akan ada peringatan Hari Anak Nasional bersama Forum Anak Kota Banjarmasin yang dihadiri langsung Bapak Wali Kota. Kegiatannya kami laksanakan pada Agustus agar partisipasi anak lebih maksimal," ucap Ramadhan.
Disisi lain, bertepatan dengan peringatan HAN 2026, Pemko menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat perlindungan anak. Yakni melalui edukasi, penyediaan ruang ramah anak, hingga penguatan peran masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan Wali Kota telah menerbitkan Surat Edaran melalui DPPPA sebagai pedoman pelaksanaan Hari Anak Nasional di lingkungan Pemko. "Tadi juga kita membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Mudah-mudahan seluruh arahan itu bisa kita laksanakan bersama," ujarnya, usai menjadi Pembina apel.
Tezar menegaskan, salah satu fokus utama pemerintah kota saat ini adalah menghapus praktik perundungan terhadap anak yang masih terjadi di lingkungan sekitar. Selain memperkuat edukasi, Pemko juga terus menghadirkan ruang publik yang ramah anak agar mereka memiliki lebih banyak aktivitas positif di luar rumah.
"Pemerintah Kota membuka ruang-ruang publik seperti RTH dan RPTRA. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya bermain gadget, tetapi juga bisa menikmati ruang publik yang aman dan nyaman," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....