Hotspot Meningkat, Banjarmasin Siaga Karhutla! Posko Darurat Segera Dibuka
- 14 Jul 2026 10:14 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui Kota Banjarmasin. Seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Meski Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla, Pemko Banjarmasin masih menunggu tindak lanjut untuk mengaktifkan langkah kesiapsiagaan di lapangan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Tambrin, mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026.
Penetapan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan. Sebagai tindak lanjut, BPBD Provinsi Kalsel akan mendirikan sejumlah posko siaga darurat karhutla, termasuk satu posko di Kelurahan Basirih Selatan, Kota Banjarmasin.
"Posko itu dipilih di Basirih Selatan karena kawasan tersebut memiliki potensi lahan terbakar yang cukup besar dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar. Lokasinya direncanakan berada di sekitar depan Rumah Singgah agar respons penanganan lebih cepat," ujar Husni.
Menurutnya, posko tersebut akan melibatkan personel gabungan dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan BPBD Kota Banjarmasin. Kemudian juga melibatkan para relawan kebencanaan, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas yang seluruhnya berada di bawah koordinasi BPBD Provinsi.
Husni menambahkan, rencana pendirian posko telah dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin dan mendapat persetujuan. Hal ini sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih ekstrem tahun ini.
Namun, aktivasi posko masih menunggu hasil rapat lanjutan setelah Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan kembali dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam pertemuan tersebut, BPBD Provinsi juga tengah mengajukan bantuan water bombing menggunakan helikopter untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Setelah penetapan dan rapat selesai, baru posko akan diaktifkan. Untuk waktu operasionalnya masih menunggu keputusan lebih lanjut," katanya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan pemerintah, BPBD Kota Banjarmasin juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput kering.
"Kejadian tahun 2023 menjadi pelajaran yang mana terdapat 41 titik kebakaran yang sebagian besar dipicu kelalaian, seperti membakar sampah lalu ditinggalkan hingga api menjalar ke rerumputan kering. Hal-hal seperti itu harus kita hindari agar tidak kembali terjadi, apalagi dampaknya bisa memunculkan kabut asap," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....