SYAFIF Banjarmasin Catat Inklusi Keuangan Syariah Rp2,71 Triliun

  • 09 Jul 2026 15:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan bersama para pemangku kepentingan resmi menutup rangkaian kegiatan Syariah Financial Fair Goes to Banjarmasin. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalsel.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan penyelenggaraan SYAFIF Goes to Banjarmasin mencatat sejumlah capaian positif dalam mendorong pemanfaatan layanan keuangan syariah oleh masyarakat. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat pada produk dan layanan keuangan syariah.

“Selama pelaksanaan kegiatan, penghimpunan dana tercatat mencapai sekitar 27.599 rekening dengan total dana sebesar Rp96,72 miliar. Selain itu, realisasi pembiayaan, pegadaian, dan penjaminan syariah mencapai Rp2,61 triliun dengan jumlah rekening atau Number of Account sebanyak 977 rekening,” ujarnya.

Secara keseluruhan, capaian sementara inklusi keuangan syariah selama penyelenggaraan SYAFIF Goes to Banjarmasin mencapai Rp2,71 triliun dengan total 28.576 rekening. Adapun angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring pelaksanaan rangkaian post-evet SYAFIF yang akan di gelar di Jakarta dalam waktu dekat.

“Realisasi pembiayaan, pegadaian, dan penjaminan mencapai Rp2,61 triliun dengan 977 rekening, sehingga total capaian sementara inklusi keuangan syariah mencapai Rp2,71 triliun dengan 28.576 rekening. Adapun angka tersebut masih akan terus bertambah seiring pelaksanaan post-event SYAFIF di Jakarta,”katanya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan SYAFIF Goes to Banjarmasin menjadi titik awal pelaksanaan program nasional pada 2026 yang selanjutnya akan berlanjut di Jakarta, Semarang, Aceh, dan Makassar. Di Kalsel, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah juga akan terus diperluas melalui kolaborasi di berbagai kabupaten kota.

“Mari seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam mengembangkan ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Kolaborasi bersama diharapkan mampu mewujudkan sektor keuangan syariah yang semakin inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional secara berkelanjutan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....