BMKG: Juli 2026, Sebagian Besar Kalsel Diprediksi Lebih Kering
- 08 Jul 2026 12:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menyampaikan pembaruan dinamika atmosfer serta prakiraan curah hujan dan sifat hujan untuk Juli 2026. Masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi hujan, meskipun intensitasnya diperkirakan tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya karena Kalimantan Selatan mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Prakirawati BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Yuni Dwianti, melalui laman staklim-kalsel.bmkg.go.id, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer global masih dipengaruhi fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Berdasarkan hasil pemantauan hingga akhir Mei 2026, indeks ENSO tercatat sebesar 1,04, yang menunjukkan ENSO berada pada fase aktif. Kondisi tersebut diprediksi masih bertahan pada Juli 2026 dengan intensitas sedang.
| Baca juga: BMKG: Kalsel Hari ini Cerah Berawan |

Selain itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar -0,926, menandakan suhu muka laut di Samudra Hindia telah melewati kondisi netral. BMKG memprediksi IOD akan beralih ke fase positif mulai Juli hingga November 2026. Sementara itu, anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia, termasuk perairan Kalimantan Selatan, berada pada kondisi normal hingga hangat. Untuk Juli 2026, suhu muka laut di wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan berkisar antara -0,25 hingga 0,5 derajat Celcius.
Dari sisi sirkulasi atmosfer, BMKG mencatat Monsun Asia yang sempat kembali aktif pada akhir Mei diprediksi mulai melemah. Sebaliknya, Monsun Australia yang telah aktif sejak awal April 2026 diperkirakan tetap berlangsung hingga Juli dengan intensitas mendekati kondisi klimatologisnya. Kondisi tersebut menandakan Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, mulai memasuki awal musim kemarau yang ditandai meningkatnya pengaruh aliran udara kering dari Australia.
BMKG juga memprakirakan arah angin di wilayah Kalimantan Selatan selama Juli 2026 umumnya bertiup dari arah timur dengan kecepatan berkisar 2 hingga 6 meter per detik. Pola angin tersebut menjadi salah satu indikator yang mendukung berkurangnya potensi hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan.
Berdasarkan prakiraan curah hujan, sekitar 95,9 persen wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni berkisar 20 hingga 100 milimeter sepanjang Juli 2026. Sementara itu, sekitar 4,1 persen wilayah diperkirakan masih mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 100 hingga 150 milimeter, yang meliputi sebagian kecil wilayah Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu.
BMKG menambahkan, secara umum sifat hujan pada Juli 2026 diprediksi berada di bawah kondisi normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG karena potensi hujan masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer yang berubah secara cepat, terutama pada masa peralihan musim
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....