Harganas ke-33 Kampanyekan "Ayah Wajib Hadir", Fatherless Jadi Perhatian di Kalsel

  • 01 Jul 2026 07:56 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Sebanyak 27,1 persen keluarga yang memiliki anak di Kalimantan Selatan mengalami minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan atau setara dengan satu dari empat anak tumbuh tanpa peran ayah yang optimal. Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 tersebut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, 29 Juni 2026.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi pembangunan keluarga dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan berbagai persoalan sosial, kehadiran ayah tidak lagi cukup sebatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam kehidupan anak.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin, 29 Juni 2026. (Foto: Kemendukbangga/BKKBN Kalsel)

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan fenomena fatherless tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat memengaruhi pembentukan karakter, kesehatan mental, hingga ketahanan sosial anak.

"Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik, tetapi absen secara psikologis. Kehadiran ayah adalah investasi karakter yang menentukan masa depan anak," ujar Syarifuddin.

Tema Harganas ke-33, "Ayah Wajib Hadir", menjadi ajakan agar pengasuhan anak dilakukan bersama oleh ayah dan ibu. Keterlibatan ayah dalam mendampingi belajar, membangun komunikasi, mendengarkan cerita anak, hingga memberikan dukungan emosional dinilai berperan penting dalam membentuk pribadi yang percaya diri, tangguh, dan berkarakter.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini, mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan peran ayah melalui program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GEMAS).

Lisna menegaskan perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seorang ayah. Menurutnya, kehadiran ayah secara fisik maupun emosional akan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Karena anak yang tumbuh bersama ayah yang terlibat akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan,” kata Lisna. “Semangat 'Ayah Wajib Hadir' harus menjadi gerakan bersama demi mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas.”

Lisna mengajak seluruh ayah di Kalimantan Selatan untuk benar-benar hadir dalam kehidupan anak, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Menurutnya, ayah perlu meluangkan waktu, mendengarkan, mendampingi, serta menjadi teladan dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....