Gerbang “Maut” Batas Kota Ancam Keselamatan Warga, Keramik Berjatuhan Tak Terawat!
- 30 Jun 2026 13:01 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Gerbang pintu masuk Kota Banjarmasin di jalan Ahmad Yani Kilometer 6 yang semestinya menjadi ikon, berubah menjadi ancaman keselamatan. Sejumlah keramik gerbang di bagian atas maupun bawah bangunan terlepas dan jatuh sewaktu-waktu.
Kerusakan tersebut menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan maupun warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar gerbang. Termasuk para tukang ojek yang sehari-harinya mangkal menunggu penumpang.
Selain rusak, tiang-tiang bangunan dipenuhi coretan vandalisme. Sementara area di bawah gerbang kerap dijadikan tempat berkumpul hingga lokasi orang tidur, sehingga mengurangi citra salah satu pintu masuk utama Kota Seribu Sungai.
Seorang tukang ojek yang mangkal di lokasi, Zainuddin, mengaku sudah bertahun-tahun menyaksikan kondisi gerbang semakin rusak tanpa adanya perbaikan yang berarti. Ia mengaku setiap hari dihantui rasa khawatir saat mencari nafkah.
"Ini membahayakan. Keramiknya sudah banyak yang lepas. Kalau jatuh bisa mengenai orang yang lewat maupun kami yang mangkal di sini," ujarnya, saat ditemui awak media, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Zainuddin, kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia berharap pemerintah segera bertindak sebelum kerusakan tersebut memakan korban.
"Kurang lebih sudah dua sampai tiga tahun rusaknya dan sampai sekarang belum juga diperbaiki. Kami setiap hari waswas karena mencari nafkah di sini," ujarnya, menambahkan..
Kekhawatiran senada disampaikan warga lainnya, Sahliqin. Ia mengatakan kondisi gerbang semakin mengkhawatirkan saat hujan deras disertai angin kencang karena dikhawatirkan keramik yang sudah longgar akan jatuh.
"Kalau hujan dan angin, kami takut keramiknya jatuh. Sangat berbahaya kalau mengenai kepala orang," ucapnya.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu memperbaiki kerusakan, tetapi juga mengevaluasi desain bangunan agar lebih aman di masa mendatang. "Kalau perlu desainnya diperbarui, jangan lagi menggunakan keramik yang terlalu berat. Yang penting aman untuk masyarakat," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengklaim telah melakukan pengecekan terhadap kondisi gerbang. "Tim Bidang Cipta Karya dan UPT Jalan Jembatan sudah mengecek kondisinya. Insya Allah akan ditangani melalui anggaran perubahan pada kegiatan pemeliharaan," ujarnya.
Sebelumnya, bangunan gerbang batas kota yang melintang di atas badan jalan juga sempat menjadi polemik. Mengacu pada Peraturan Menteri PU Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian Jalan serta PP Nomor 20 tahun 2010.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....