Belanja Negara di Kalsel Capai Rp11,92 Triliun hingga Akhir Mei 2026
- 30 Jun 2026 10:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kinerja fiskal di Kalimantan Selatan hingga menjelang pertengahan tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga 32 Mei 2026, realisasi Belanja Negara mencapai Rp11,92 triliun atau 39,79 persen dari total pagu sebesar Rp29,96 triliun. Senin, 29 Juni 2026.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, mengatakan Belanja Pemerintah Pusat menjadi motor utama realisasi anggaran periode tersebut. Nilai BPP tercatat Rp3,59 triliun atau tumbuh 40,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Sementara itu, Penyaluran Transfer ke Daerah masih menjadi komponen terbesar dalam struktur Belanja Negara. Hingga akhir Mei 2026, realisasi TKD Rp8,33 triliun, meskipun secara tahunan mengalami kontraksi 23,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu
“Dari sisi penerimaan, Pendapatan Negara di Kalsel menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Hingga 31 Mei 2026, realisasinya mencapai Rp6,16 triliun atau 20,92 persen dari target,” ujarnya.
Catur menjelaskan, capaian tersebut tumbuh 37,88 persen secara tahunan, Pertumbuhan didorong oleh penerimaan perpajakan yang meningkat 40,31 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak yang tumbuh 50,77 persen, sehingga defisit regional tercatat Rp5,76 triliun sebagai wujud peran APBN dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pada tingkat daerah, konsolidasi APBD Regional Kalsel hingga 31 Mei 2026 mencatatkan Pendapatan Daerah sebesar Rp12,16 triliun atau 38,62 persen dari target. Pendapatan berasal dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp3,66 triliun atau 39,45 persen dari target, Pendapatan Dana Transfer sebesar Rp8,47 triliun atau 39,07 persen dari target, meski secara tahunan realisasi pendapatan mengalami kontraksi 30,04 persen,” ucapnya.
Dari sisi belanja daerah, realisasi hingga akhir Mei 2025 mencapai Rp11,17 triliun atau 27,33 persen dari pagu anggaran. Meski secara keseluruhan mengalami kontraksi 7,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi Belanja Modal justru tumbuh 17,25 persen menjadi Rp1,20 triliun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....