Surplus Perdagangan Kalsel Capai US$922,44 Juta pada Mei 2026
- 30 Jun 2026 10:48 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perekonomian Kalimantan Selatan terus menunjukkan ketahanan yang kuat memasuki pertengahan kuartal II 2026. Kondisi ini tercermin dari kinerja perdagangan luar negeri yang tetap positif dengan Neraca Perdagangan Kalsel mencatatkan surplus US$922,44 juta pada Mei 2026. Senin, 29 Juni 2026.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, mengatakan surplus neraca perdagangan tumbuh 6,19 persen secara tahunan dan meningkat 14,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, capaian ini menjadi indikator bahwa aktivitas perdagangan luar negri Kalsel masih mampu menjaga momentum pertumbuhan.
“Nilai ekspor Kalsel pada Mei 2026 mencapai US$1.108,56 juta atau tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya volume ekspor komoditas batu bara yang menjadi penopang utama ekspor Kalsel dengan kontribusi lebih dari 50 persen,” ujarnya.
Di sisi lain, nilai impor Kalsel juga mengalami peningkatan menjadi US$186,12 juta atau tumbuh 16,1 persen secara tahunan. Kenaikan impor dipengaruhi meningkatnya nilai impor komoditas minyak petroleum yang menjadi salah satu komoditas utama di daerah.
Dari sisi perkembangan harga, Kalsel mengalami inflasi 4,22 persen secara tahunan pada Mei 2026 dengan Indeks Harga Konsumen 112,98. Angka ini berada di atas tingkat inflasi nasional secara bulanan inflasi Kalsel0,20 persen atau naik sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 0,28 persen.
“Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Kalsel, yakni sebesar 5,03 persen dengan IHK 112,32. Sementara itu, inflasi tahunan terendah tercatat di Kabupaten Kotabaru sebesar 3,53 persen dengan IHK 112,34,” ucapnya.
Catur menjelaskan tekanan inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, beras, minyak goreng, ikan nilai dan sigaret kretek mesin. Secara bulanan, inflasi didorong oleh kenaikan harga beras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan patin dan emas perhiasan, meski sebagian tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gabus, ikan nilai, dan udang basah.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Kalsel terus memperkuat sinergi melalui berbagai langkah strategis. Hingga Mei 2026 telah dilaksanakan 355 kali Operasi Pasar atau Gerakan Pasar Murah.
Penyaluran beras SPHP sebanyak 5,47 ribu ton, panen raya jagung di Kab Tanah Laut, program cetak sawah seluas 30 ribu hektar, peningkatan infrastruktur jalan di Kab Kotabaru. Pelaksanaan High Level Meeting TPID Kota Banjarbaru dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional dan persiapan Banjarbaru sebagai Kota penghitung inflasi pada 2028.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....