Akreditasi Jangan Jadi Tembok, PAUD A Bimbing yang Tertinggal

  • 27 Jun 2026 16:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, melontarkan pesan tegas kepada seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia mengingatkan agar status akreditasi tidak dijadikan ajang gengsi ataupun pembatas antarlembaga, melainkan menjadi pintu kolaborasi untuk menciptakan pemerataan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak di Kota Seribu Sungai.

Pesan tersebut disampaikan Neli saat membuka Sharing Session Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD se-Kota Banjarmasin. Bertema Peran Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Mewujudkan PAUD Bermutu yang digelar di Aula SMP Negeri 10 Banjarmasin.

Kegiatan tersebut diikuti kepala satuan PAUD, pendidik, hingga tenaga kependidikan dari berbagai lembaga. Tujuannya sebagai ruang berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, sekaligus menyamakan komitmen dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.

"Mutu pendidikan anak usia dini di Kota Banjarmasin tidak akan pernah tercapai jika kita berjalan sendiri-sendiri. Saya meminta agar status akreditasi tidak dijadikan sebagai sekat pembatas atau ajang kompetisi yang kaku, melainkan harus dijadikan sebagai jembatan kolaborasi yang kuat," kata Neli.

Menurutnya, setiap lembaga memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun kualitas generasi masa depan. Karena itu, PAUD yang telah memperoleh Akreditasi A diminta tidak hanya berbangga dengan pencapaiannya, tetapi juga aktif mendampingi lembaga lain agar berkembang bersama.

"Saya mengajak kepala PAUD yang telah meraih Akreditasi A untuk membuka diri, berbagi strategi, pengalaman, dan praktik baik kepada lembaga lainnya. Keberhasilan bukan untuk disimpan sendiri, tetapi harus menjadi inspirasi bagi yang lain," ujarnya.

Di sisi lain, Neli juga memberikan motivasi kepada lembaga yang masih berstatus Akreditasi B maupun C agar tidak merasa tertinggal. Ia meminta seluruh pengelola memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana belajar, berdiskusi, serta mengadopsi berbagai inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan di lembaga lain.

"Jadikan forum seperti ini sebagai kesempatan untuk belajar, bertanya, dan terus berbenah. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anak-anak kita," katanya.

Neli menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan pendidikan anak usia dini tidak ditentukan oleh banyaknya lembaga unggulan secara individu. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika seluruh anak di Kota Banjarmasin memperoleh layanan pendidikan yang sama-sama berkualitas tanpa memandang lokasi maupun status akreditasi lembaganya.

"Keberhasilan kita bukan diukur dari berapa banyak PAUD unggulan, tetapi dari seberapa merata layanan pendidikan berkualitas yang bisa dirasakan seluruh anak di Kota Banjarmasin. Itulah tujuan utama yang harus kita capai bersama," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....