BNNP Kalsel Apresiasi Komitmen Pemkab Tanah Laut Hibahkan Balai Rehabilitasi
- 26 Jun 2026 19:22 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Pelaihari - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanah Laut mendampingi kunjungan kerja Kepala BNN Provinsi Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik, di ruang kerja Bupati Tanah Laut, Selasa, 23 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Tanah Laut.
Kunjungan ini membuahkan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang siap menghibahkan aset Balai Rehabilitasi NAPZA di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, untuk dikelola di bawah naungan BNN. Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Kalsel menyerahkan penghargaan khusus kepada Bupati Tanah Laut atas dedikasi nyata Pemkab Tanah Laut dalam penanggulangan narkoba. Usai pertemuan, Kepala BNNK Tanah Laut, Kompol Ferey Hidayat, bersama Kepala BNNP Kalsel langsung meninjau kesiapan fisik gedung balai rehabilitasi di Desa Ambungan.
Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol. Asep Taufik, menegaskan langkah Pemkab Tanah Laut ini menjadi terobosan besar bagi Kalimantan Selatan yang selama ini belum memiliki panti rehabilitasi milik pemerintah. Menurutnya, kehadiran balai rehabilitasi tersebut akan memperluas akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat.
“Sengaja saya mengunjungi Pak Bupati Tanah Laut karena kami sangat apresiasi apa yang sudah diberikan beliau kepada kami. Beliau sudah susah payah membangunkan panti rehab. Kebetulan di Kalsel ini kita belum punya panti rehab (pemerintah), yang ada baru swasta dan itu pun berbayar," ujar Brigjen Pol. Asep Taufik.
Brigjen Pol. Asep menjelaskan koordinasi yang terus dilakukan dengan BNNK Tanah Laut akan memastikan fasilitas ini dapat segera melayani masyarakat tanpa dipungut biaya. Pengelolaan balai rehabilitasi di bawah BNN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi para penyintas penyalahgunaan narkotika.
“Mudah-mudahan segera kita operasionalkan, sehingga bagi masyarakat yang memerlukan rehabilitasi bisa masuk ke sini tanpa memerlukan biaya. Itu salah satu keuntungannya kalau panti rehab sudah dimasukkan ke BNN," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas pemulihan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial pemerintah daerah dalam menyelamatkan masyarakat, tidak sekadar berfokus pada penegakan hukum. Pihaknya juga berkomitmen melengkapi kebutuhan operasional agar balai rehabilitasi dapat segera dimanfaatkan secara maksimal.
“Semoga ini segera kita hibahkan kepada BNN Provinsi melalui BNN Kabupaten Tanah Laut sehingga bisa digunakan secara maksimal. Kita akan lengkapi secara bertahap apa-apa yang menjadi kebutuhan dasar untuk pengoperasionalan tempat rehabilitasi ini," ujar H. Rahmat Trianto.
Bupati juga menitipkan pesan penting terkait ancaman narkoba di era digital yang kian masif menyasar lingkungan keluarga terdekat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan dan edukasi kepada generasi muda.
"Narkotika ini masuk dari setiap lini, apalagi dengan digitalisasi saat ini, siapa pun bisa akses dan bertransaksi tanpa batas. Kami mengimbau kepada orang tua, lembaga pendidikan, untuk terus mengingatkan bahwa bahaya narkotika ini bisa langsung masuk ke kamar-kamar anak-anak kita. Kita harus tolak, atau no for drugs," ucapnya.
Sebagai perpanjangan tangan BNN di daerah, BNNK Tanah Laut siap mengawal proses hibah hingga tuntas dan mempersiapkan langkah-langkah teknis operasional. Balai Rehabilitasi NAPZA di Desa Ambungan diharapkan segera berfungsi sebagai pusat pemulihan gratis yang profesional demi mewujudkan Tanah Laut Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....