SPMB Offline untuk Penuhi Kuota, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Kekurangan Siswa

  • 25 Jun 2026 15:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Meski Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah resmi berakhir pada 18 Juni lalu, sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Banjarmasin masih harus berjibaku mencari siswa baru. Penyebabnya, kuota peserta didik yang tersedia belum terpenuhi sehingga sekolah kembali membuka pendaftaran secara offline.

Salah satu yang mengalami kondisi tersebut adalah SMPN 23 Banjarmasin. Hingga penutupan pendaftaran online, sekolah itu masih kekurangan 27 siswa dari total 224 kursi yang tersedia pada tujuh rombongan belajar (rombel).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 23 Banjarmasin, Sisti Salmiati, mengungkapkan bahwa hingga hari terakhir pendaftaran online jumlah siswa yang terdaftar baru mencapai 197 orang. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran offline, tercatat sudah ada tiga calon siswa yang datang mendaftar.

"Sampai hari terakhir pendaftaran online kemarin, baru ada sekitar 197 yang terdaftar di sini. Jadi masih kurang 27 siswa lagi dari total keseluruhan kuota," ujar Sisti, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Sisti, kekurangan siswa bukanlah hal baru bagi sekolahnya. Hampir setiap tahun SMPN 23 harus memperpanjang masa penerimaan peserta didik untuk memenuhi jumlah rombel yang telah disiapkan.

Ia menilai minimnya jumlah pendaftar dipengaruhi banyaknya pilihan sekolah di kawasan tersebut, termasuk keberadaan madrasah tsanawiyah (MTs) yang turut menjadi tujuan calon siswa. "Di sini ada MTs juga. Makanya pendaftar terpecah, terlebih rombel kita juga cukup banyak," ucapnya.

Kondisi serupa terjadi di SMPN 10 Banjarmasin, yang mengalami masih kekurangan 87 siswa dari total kuota 193 peserta didik yang disediakan pada tujuh rombel. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 10 Banjarmasin, Apriansyah, mengakui pihaknya terpaksa memperpanjang masa pendaftaran untuk menutup kekurangan tersebut.

"Kami masih kekurangan sehingga membuka pendaftaran kembali. Masih kekurangan 87 siswa dari total kuota 193 yang kami sediakan," ujarnya.

Meski demikian, Apriansyah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan apabila lima rombel berhasil terisi. Saat ini sudah terdapat 106 siswa yang melakukan daftar ulang, belum termasuk calon siswa yang mendaftar pada masa perpanjangan.

"Kalau lima rombel ini terisi kami sudah bisa berjalan. Sebenarnya alasan dibuka tujuh rombel karena ruang kelas di sini banyak. Cuma memang kami masih kekurangan kursi dan meja," terangnya.

Menurutnya, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi kondisi demografi. Di mana lingkungan sekitar sekolah yang didominasi warga usia tidak produktif sehingga jumlah anak usia sekolah relatif sedikit.

Selain itu, persaingan dengan sekolah favorit juga menjadi faktor utama. SMPN 10 berada di kawasan yang sama dengan SMPN 6 Banjarmasin yang selama ini menjadi tujuan utama para calon peserta didik.

Sebagai informasi, masa perpanjangan pendaftaran siswa baru jenjang SMP di Kota Banjarmasin dibuka mulai 25 Juni hingga 1 Juli 2026. Periode ini menjadi kesempatan terakhir bagi sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi untuk menjaring tambahan peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....