Peringatan 10 Muharam, Warga Banjar Pertahankan Tradisi Bubur Asyura
- 25 Jun 2026 15:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi memasak dan membagikan Bubur Asyura masih terus dilestarikan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan setiap peringatan 10 Muharam. Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Asyura, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Di berbagai kampung, masjid, dan langgar, warga bergotong royong menyiapkan Bubur Asyura dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang bersama-sama berpartisipasi dalam setiap tahapan pembuatannya.
Ketua pelaksana kegiatan Bubur Asyura di Jalan Sungai Baru, Banjarmasin, Habib Abdul Qadir, mengatakan salah satu keunikan Bubur Asyura khas Banjar terletak pada banyaknya bahan yang digunakan. Puluhan bahan tersebut diracik menjadi satu hidangan yang kaya cita rasa dan memiliki makna kebersamaan.
“Isian dalam pembuatan Bubur Asyura ini menggunakan 41 macam bahan yang terdiri dari beras, sayuran, dan daging,” ujar Habib Abdul Qadir, Kamis, 25 Juni 2026. “Seluruh bahan tersebut dimasak bersama hingga menghasilkan cita rasa yang khas.”
Proses memasak dilakukan menggunakan kuali berukuran besar dan memerlukan waktu berjam-jam. Warga bergantian menyiapkan bahan, mengaduk bubur, hingga membagikannya kepada masyarakat sekitar setelah proses memasak selesai.

Menurut Habib Abdul Qadir, tradisi ini tidak hanya bertujuan menyediakan makanan untuk dibagikan kepada warga. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Bubur Asyura khas Banjar umumnya diracik dari sekitar 41 jenis bahan yang terdiri atas beras, sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, serta berbagai bahan pelengkap lainnya. Perpaduan beragam bahan tersebut melambangkan kerukunan dan keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan dalam suasana harmonis.
Secara historis, tradisi Bubur Asyura berkaitan dengan peringatan Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharam dalam kalender Hijriah. Bagi masyarakat Banjar dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt sekaligus momentum untuk berbagi rezeki serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....