Belum Penuhi Kuota, SMPN 28 Banjarmasin Siapkan Jalur Pendaftaran Offline
- 24 Jun 2026 20:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Berakhirnya masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Banjarmasin masih menyisakan sejumlah sekolah yang belum memenuhi kuota pendaftaran. Salah satu sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya terdapat di SMPN 28 Banjarmasin, Jalan Kelayan A, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Sekolah yang letaknya berada di dalam gang tersebut menyediakan kuota siswa baru sebanyak 96 orang pada tahun ajaran 2026/2027 ini. Pihak sekolah telah menyiapkan tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 32 peserta didik untuk setiap kelasnya.
Namun, hingga berakhirnya masa pendaftaran siswa baru untuk semua jalur, sekolah tersebut baru mendapatkan 52 calon siswa. Ketua Panitia SPMB SMPN 28 Banjarmasin, Normala Dewi, merincikan seluruh pendaftar terdiri dari tiga siswa jalur prestasi, 18 siswa jalur afirmasi, dan 31 siswa jalur domisili.
"Jadi sementara sudah menutupi untuk dua rombel. Tapi, masih ada 44 kuota yang belum terpenuhi," ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Dengan masih tersedianya kuota tersebut, pihak sekolah akan melanjutkan pendaftaran secara luring (offline) pada Kamis, 25 Juni 2026. Langkah ini sejalan dengan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang memberikan kesempatan bagi sekolah dengan kuota belum terpenuhi.
"Untuk jalur offline nanti tersedia bagi siswa yang mungkin tidak diterima di sekolah pilihan utamanya atau mungkin belum sempat mendaftar. Nantinya sesuai dengan kuota yang belum terpenuhi," ucap Normala.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 28 Banjarmasin, Maulina, menyebut keputusan membuka tiga rombel didasari oleh kondisi tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2025/2026 lalu, sekolah hanya membuka dua rombel namun jumlah pendaftar justru membeludak di luar perkiraan.
"Tahun ajaran kemarin bahkan sempat ada yang tidak bisa kita terima. Jadi tahun ini dianjurkan oleh Plt dan pengawas kami untuk membuka tiga rombel," ujarnya.
Terkait sepinya peminat tahun ini, sejumlah tantangan infrastruktur diduga menjadi penyebab belum terpenuhinya kuota pendaftar. Fasilitas parkir yang memprihatinkan serta lokasi sekolah yang berada jauh dari jalan utama disinyalir menjadi pertimbangan khusus bagi para orang tua untuk mendaftarkan anak mereka.
"Selama ini kita harus parkir di bahu jalan jadi kondisi ini mungkin jadi pertimbangan. Selain itu, karena sekolah ada di jalan kecil ya, jadi mungkin akses jalan ini jadi pertimbangan lainnya," kata Maulina menjelaskan.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan proses penerimaan siswa baru hingga saat ini masih berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Sebagian orang tua juga terpantau tetap memilih sekolah ini, salah satunya diungkapkan oleh Ahmad Saili selaku wali calon murid.
"Memang karena sistem zonasi juga. Kemudian ini juga pilihan anak karena dekat dari rumah," ujarnya usai mengurus pendaftaran sang anak.
Bagi Ahmad, lokasi sekolah tidak menjadi tolok ukur utama dalam melihat kualitas dan proses pendidikan bagi sang anak. Ia menilai hal terpenting dalam pendidikan adalah kualitas guru dalam mendidik serta motivasi belajar dari siswa itu sendiri.
Di sisi lain, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian fasilitas yang lebih merata ke seluruh satuan pendidikan. Upaya pemerataan ini dinilai penting agar tidak terjadi lagi kesenjangan kualitas antara sekolah di tengah kota dan pinggiran.
"Kita pesannya kepada pemerintah kota bisa dibenahi sekolah-sekolah yang ada di pinggiran. Seperti sekolah ini kan harus diperhatikan juga," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....