Bapperida Banjar Ikuti Seminar Proposal Kajian Pemetaan Risiko Gempa di Kalsel
- 24 Jun 2026 00:01 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar menghadiri Seminar Proposal Kajian Pemetaan Risiko Gempa di Kalimantan Selatan di Aula BRIDA Kalsel, Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan kerja sama BRIDA Kalsel dan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Seminar dibuka Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat. Ia berharap kajian tersebut dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi bencana di daerah.
Taufik mengatakan hasil penelitian diharapkan mampu mengurangi risiko dampak gempa bumi. Selain itu, kajian ini juga diharapkan bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Sementara Itu, Ketua peneliti, M. Arief Anwar, menjelaskan Indonesia termasuk negara dengan aktivitas seismik tinggi. Kondisi ini dipengaruhi letak Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama.
"Meski Kalimantan Selatan selama ini dikenal memiliki aktivitas gempa yang relatif rendah, kondisi terkini menunjukkan adanya potensi gempa bumi yang tetap perlu diantisipasi, khususnya di kawasan pesisir dan wilayah perkotaan," ujarnya.
Tim peneliti menjelaskan kajian ini bertujuan memetakan bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko gempa bumi di Kalimantan Selatan. Hasilnya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana.
Penelitian juga akan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah. Kajian ini diharapkan membantu pemerintah dalam menghadapi potensi bencana gempa.
Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan kuantitatif dan kualitatif mengacu pada modul BNPB. Tahapannya meliputi studi literatur, analisis data kegempaan, hingga pemetaan risiko.
Penelitian berlangsung mulai Juni hingga Desember 2026 dengan cakupan seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Data yang dikumpulkan mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Perwakilan Bapperida Banjar dari Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA), Alex dan Putri, menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai kajian ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah.
Menurut mereka, hasil penelitian dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang aman dan berkelanjutan. Kajian ini juga dinilai mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
“Semoga hasil kajian ini dapat memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta meminimalisir dampak risiko gempa bumi di Kalimantan Selatan,” kata alex.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....