SLBN 2 Banjarmasin Sediakan Puluhan Kursi Bagi Siswa Baru

  • 22 Jun 2026 16:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Banjarmasin resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 pada Senin, 22 Juni 2026. Pendaftaran hari pertama ini pub menandai dimulainya seleksi bagi calon peserta didik baru.

Proses penerimaan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 24 Juni 2026. Pendaftaran dibagi secara bertahap setiap harinya, mulai dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB.

Mekanisme pendaftaran tahun ini tetap menggunakan sistem tatap muka dengan datang langsung ke sekolah. Sebelum dinyatakan diterima, para calon peserta didik wajib menjalani proses asesmen sebagai langkah skrining awal.

Secara keseluruhan, SLBN 2 Banjarmasin menyediakan daya tampung sekitar 70 kuota untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Pembatasan kuota ini disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas dan ketersediaan tenaga pendidik yang ada.

"Memang banyak yang mendaftar di sekolah ini. Oleh karena itu, kami adakan asesmen untuk menjaring anak-anak yang sudah siap belajar," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SLBN 2 Banjarmasin, Nur Maulida, Senin, 22 Juni 2026.

Nur Maulida menjelaskan untuk jenjang SD disediakan empat rombongan belajar (rombel) yang terbagi untuk siswa tunarungu dan siswa tunagrahita. Sementara untuk jenjang SMP dan SMA, masing-masing disediakan tiga rombel dengan pembagian serupa.

Langkah asesmen tersebut dinilai penting oleh para orang tua agar anak mendapatkan penanganan yang tepat. Salah seorang wali calon murid, Juraida, mengaku mendaftarkan anaknya setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.

"Kalau di sekolah umum pasti akan beda penanganannya. Jadi kata dokter lebih baik didaftarkan ke SLB saja," katanya.

Juraida mendaftarkan anaknya yang berusia 9 tahun untuk masuk ke jenjang SDLB. Sebelum memantapkan pilihan, ia juga sempat meminta masukan dari berbagai pihak terkait pendidikan untuk sang anak.

"Sempat bimbang juga mendaftarkan di sekolah umum atau SLB. Tapi akhirnya kita putuskan saja di sini biar lebih baik untuk anak kami," ujarya.

Melalui pendidikan khusus ini, Juraida berharap anaknya bisa diterima dan mengikuti proses belajar dengan baik. Pendampingan dari pihak sekolah diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian sang anak di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....