Banjarmasin Jadi Ke-17 Program Kota Masa Depan Berani Digital

  • 18 Jun 2026 18:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kota Banjarmasin resmi menjadi kota ke-17 dalam pelaksanaan program Kota Masa Depan: Berani Digital, ditandai dengan puncak kegiatan yang berlangsung meriah di Balai Kota Banjarmasin, Kamis 18 Juni 2026. Program ini merupakan kolaborasi Grab Indonesia, OVO, OVO Finansial, Kementerian UMKM RI, Pemerintah Kota Banjarmasin, APINDO, dan OJK.

Program tersebut bertujuan mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Puluhan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Banjarmasin mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.

Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan teknologi digital, peningkatan visibilitas produk, penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan akses pendanaan digital yang lebih inklusif. Selain itu, sebanyak 25 UMKM terpilih juga akan menerima bantuan modal usaha melalui Program GrabModal Mantul yang diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia, Yose Tireza Arizal, mengatakan program ini merupakan komitmen jangka panjang untuk mempercepat digitalisasi UMKM di daerah. “Kami ingin menghadirkan dukungan yang dibutuhkan oleh pengusaha UMKM di daerah, agar mereka bisa lebih adaptif dan berkembang,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, turut menyambut baik hadirnya program tersebut agar dapat membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, literasi digital, dan akses pasar. Dengan adanya program Kota Masa Depan ini, Ia berharap pengusaha UMKM dapat semakin adaptif dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Potensi UMKM di Banjarmasin terus berkembang, khususnya di sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif. Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pengusaha UMKM, mulai dari keterbatasan akses permodalan, literasi digital, hingga perluasan akses pasar,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Yogia Prihartiny, menegaskan transformasi digital perlu menjangkau daerah yang memiliki potensi ekonomi kuat. Ia menilai pemanfaatan teknologi dan dukungan pendanaan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing UMKM.

“Transformasi digital UMKM hari ini bukan lagi sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing. Ke depan, adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan akan semakin relevan untuk membantu UMKM berkembang lebih adaptif dan efisien,” katanya.

Ia menambahkan, UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Melalui kolaborasi berbagai pihak, penguatan UMKM diharapkan mampu menciptakan ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....