Mitos dan Fakta Bencana, Tim Aman Duluan Ingatkan Pentingnya Edukasi
- 18 Jun 2026 14:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Mitos dan fakta seputar bencana masih banyak dipercaya masyarakat dan menjadi pembahasan dalam dialog Tanggap Bencana di RRI Pro 2 Banjarmasin, Rabu, 17 Juni 2026. Narasumber dari Tim Aman Duluan, Istiqla Faiha, menekankan pentingnya pemahaman informasi kebencanaan yang akurat dan berbasis fakta.
Lala, sapaan Istiqla Faiha, menjelaskan bahwa bencana tidak selalu murni disebabkan faktor alam, tetapi juga dipengaruhi aktivitas manusia. Ia menegaskan anggapan bahwa bencana sepenuhnya terjadi secara alamiah merupakan mitos karena manusia memiliki peran besar dalam prosesnya.
Menurutnya, contoh nyata terlihat pada banjir dan longsor yang dipicu oleh penebangan hutan secara besar-besaran. Kondisi tersebut sebenarnya masih dapat diminimalkan melalui pengelolaan lingkungan seperti tebang pilih dan pelestarian hutan berkelanjutan.
Selain itu, terdapat pula mitos yang berkembang di masyarakat, seperti larangan bercermin saat terjadi petir yang tidak memiliki dasar ilmiah. Sebaliknya, mematikan perangkat elektronik saat petir merupakan langkah tepat untuk menghindari risiko kerusakan akibat sambaran listrik.
“Sempat ada juga waktu banjir di Kalimantan Selatan, beberapa warga mempercayai naga turun,” ujarnya. “Namun itu mitos, karena banjir biasanya berasal dari daerah hulu dan mengalir ke wilayah lain seperti Banjarmasin.”
Menariknya, beberapa tanda alam dapat dijadikan indikator, seperti keberadaan telur keong mas yang menunjukkan potensi kenaikan air. Selain itu, perilaku capung yang terbang rendah juga sering menjadi pertanda akan turunnya hujan lebat.
Lala mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menyaring informasi terkait bencana. Ia berharap kesadaran literasi kebencanaan dapat terus meningkat untuk mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....