Menjaga Kemabruran Haji dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 18 Jun 2026 05:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menunaikan ibadah haji bukan menjadi akhir dari perjalanan spiritual seorang muslim. Menunaikan ibadah haji adalah awal untuk menghadirkan perubahan diri yang lebih dekat kepada Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Drs. H. Hajaji, M.P.D.I., S.Ps., dalam siaran Hikmah Subuh Pro4 RRI Banjarmasin, Selasa, 16 Juni 2026. Siaran bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, mengangkat tema “Menjaga Kemabruran Haji”.

“Alhamdulillah jamaah Kota Banjarmasin kloter satu utuh ketika berangkat dan utuh ketika pulang. Mudah-mudahan ini menjadi doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan,” ujar Ustaz Hajaji yang juga menjadi petugas haji pada kloter asal Kota Banjarmasin tahun ini.

Dikatakan, kemabruran haji tidak hanya dilihat ketika seseorang berada di Tanah Suci. Kemabruran haji itu dilihat dari bagaimana nilai-nilai ibadah tersebut diterapkan dalam kehidupan setelah kembali.

Menurutnya, dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 terdapat tiga hal penting yang harus dijaga selama berhaji, yaitu tidak berkata kotor, tidak berbuat fasik, dan tidak melakukan perdebatan yang berlebihan. Nilai tersebut, kata dia, juga harus diteruskan dalam kehidupan sehari-hari.

“Haji mabrur adalah haji yang diterima Allah dan membekas dalam perilaku. Bukan hanya saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga ketika sudah kembali ke rumah, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat,” katanya.

Ustaz Hajaji menyebutkan beberapa tanda seseorang menjaga kemabruran hajinya, di antaranya ibadah yang semakin meningkat, semakin menjauh dari kemaksiatan, peduli terhadap sesama, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Pengalaman kebersamaan selama ibadah haji seperti saling membantu antarjamaah menjadi nilai yang harus terus dibawa pulang.

“Ketika berhaji kita belajar untuk saling menolong, saling peduli. Nilai itu harus diestafetkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya sembari mengingatkan agar ibadah menjadi lebih mudah.

Ustaz juga mengingatkan bahwa menjaga kemabruran haji berkaitan dengan menjaga kemurnian tauhid. Segala aktivitas yang dilakukan harus berorientasi pada mencari rida Allah SWT.

“Orang yang menjaga kemabruran hajinya akan selalu bertanya, apakah yang saya lakukan ini mendapatkan rida Allah atau tidak. Karena keberkahan datang ketika Allah meridai apa yang kita kerjakan,” ucapnya, sambil mengajak berdo'a bersama untuk keselamatan jamaah yang akan segera kembali ke tanah air.

Dalam siaran tersebut, Ustaz Hajaji juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai kesempatan memperbaiki diri. Di tahun ini masyarakat hendaknya juga lebih memperkuat iman, serta menghadirkan kehidupan yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....