KPI Dorong Pemanfaatan AI secara Bijak di Penyiaran Kalsel

  • 17 Jun 2026 08:07 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri penyiaran di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Kehadiran teknologi ini membuka berbagai peluang baru dalam proses produksi konten, pengolahan informasi, dan penyajian program siaran yang lebih cepat serta efisien, Selasa, 16 Juni 2026.

Dalam hal ini, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah terus mendorong lembaga penyiaran agar memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Pemanfaatan AI dinilai dapat menjadi instrumen pendukung dalam meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Dr. Mohamad Reza, menilai perkembangan penyiaran di Kalimantan Selatan menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Kemajuan ini terlihat terutama setelah proses migrasi dari siaran analog ke siaran digital yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, transformasi tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk terus berinovasi menghadapi perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Ia menilai kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan menjadi faktor pendukung dalam mendorong kemajuan dunia penyiaran.

"Kalimantan Selatan menurut saya, karena kita punya pengalaman peralihan digital, penyiaran di Kalimantan Selatan itu progresif dan lebih baik,” ujarnya. “Saya harap KPID Kalsel dapat menyiapkan berbagai hal yang mana saat ini terkait penyiaran Piala Dunia agar masyarakat memperoleh hiburan yang layak dan berkualitas.”

Terkait pemanfaatan AI, ia menegaskan bahwa teknologi ini tidak perlu dipandang sebagai ancaman selama penggunanya tetap berada di bawah kendali manusia. Menurutnya, AI dapat berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung proses kerja di ruang redaksi maupun studio penyiaran sehingga lebih efektif dan produktif.

"Kami telah menerbitkan pedoman penggunaan AI dalam penyiaran yang menekankan tiga prinsip utama,” kata Reza. “Yakni manusia sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab akhir, larangan manipulasi fakta maupun visual yang menyesatkan, serta transparansi kepada publik terkait penggunaan AI dalam proses produksi siaran.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....