Mendongeng di Taman Jahri Saleh Bikin Orang Tua Terkesan
- 14 Jun 2026 19:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh kini tak hanya menjadi destinasi rekreasi keluarga. Mulai pekan ini, kawasan wisata edukatif tersebut menghadirkan program Dongeng Mingguan sebagai upaya meningkatkan minat literasi anak di tengah gempuran era digital.
Program yang digagas Bunda Literasi Kota Banjarmasin itu resmi dimulai melalui kegiatan Mendongeng dan Edukasi Gigi yang digelar, Minggu, 14 Juni 2026. Bunda Literasi Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengungkapkan bahwa kegiatan mendongeng sengaja dihadirkan untuk menumbuhkan kembali budaya membaca dan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.
"Seperti kita tahu, minat baca di era digitalisasi ini mulai berkurang karena anak-anak sudah banyak teralihkan oleh gadget. Makanya kami mencoba menghadirkan kegiatan ini di tempat yang dekat dengan keluarga dan anak-anak," ujar Neli di sela kegiatan.
Menurutnya, program tersebut tidak akan berhenti pada satu kali pelaksanaan. Setiap pekan, kegiatan mendongeng akan diisi secara bergantian oleh Bunda Literasi dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari seluruh kecamatan di Kota Banjarmasin.
"Kami melibatkan Bunda Literasi dan Bunda PAUD se-Kota Banjarmasin agar kegiatan ini bisa berjalan rutin setiap minggu dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Neli berharap kehadiran program dongeng di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Tidak hanya berwisata, orang tua dan anak juga mendapatkan edukasi penting tentang literasi.
"Harapannya, setiap keluarga yang datang ke sini tidak hanya menikmati wisata. Tetapi juga mendapatkan nilai edukasi yang bisa mendukung tumbuh kembang anak," tambahnya.
Program ini pun mendapat sambutan positif dari pengunjung, salah satunya Khusnul Khotimah, yang datang bersama keponakannya untuk menikmati suasana akhir pekan di taman tersebut. Ia menilai kegiatan mendongeng menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget yang kini semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
"Di tengah era digital seperti sekarang, kegiatan mendongeng menjadi hal yang sangat positif untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget. Anak-anak sekarang lebih banyak bermain gawai dibanding membaca," ujarnya.
Menurut Khusnul, mendongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang efektif antara anak dan pendongeng. Ia juga mengapresiasi penggunaan bahasa Banjar dalam penyampaian cerita yang membuat anak-anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
"Karena menggunakan bahasa Banjar, anak-anak lebih mudah mengerti dan lebih dekat dengan cerita yang dibawakan," katanya.
Khusnul berharap program dongeng mingguan tersebut dapat terus berlanjut karena dinilai mampu menanamkan nilai moral kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. "Mudah-mudahan bisa berkelanjutan karena acara seperti ini bagus buat anak. Pesan moral dari cerita yang dibacakan juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....