Lahan Belum Bebas, Lapangan Basket Tendean jadi Korban Proyek Veteran?
- 13 Jun 2026 16:03 WIB
- Banjarmasin
BANJARMASIN – Lapangan basket yang selama ini menjadi ruang olahraga dan berkumpul warga di kawasan Siring Pierre Tendean terpaksa ditutup sementara. Lokasi itu kini menjadi bagian dari pembangunan pintu air dalam proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFREP) setelah lokasi awal proyek mengalami kendala pembebasan lahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengungkapkan bahwa pada awalnya pembangunan pintu air direncanakan berada di kawasan sekitar Klenteng Soetji Nurani. Namun rencana tersebut harus diubah karena persoalan lahan yang belum juga terselesaikan.
"Terkendala dengan adanya lahan yang belum terbebaskan. Akhirnya lokasi pengerjaan dipindah ke area lapangan basket," ujar Chandra, Sabtu, 13 Juni 2026.
Perubahan lokasi itu membuat fasilitas olahraga yang cukup populer di pusat kota tersebut harus dikosongkan selama proses konstruksi berlangsung. Meski secara teknis pekerjaan tidak menggunakan seluruh area lapangan, PUPR memilih menutup total kawasan tersebut demi menghindari risiko bagi masyarakat.
Menurut Chandra, penggunaan area lapangan basket sebagai lokasi pekerjaan telah melalui prosedur yang berlaku. Sebelum proyek dimulai, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III selaku pelaksana proyek telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin terkait pemanfaatan aset daerah tersebut.
Ia menegaskan bahwa persoalan dampak sosial akibat penutupan fasilitas publik juga menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, komunikasi dengan BWS terus dilakukan agar seluruh konsekuensi yang muncul dapat ditangani secara bertahap.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan BWS. Terutama terkait dampak sosial yang muncul untuk segera ditangani setelah selesai nanti," katanya.
Meski menuai perhatian dari warga, Pemko Banjarmasin memastikan lapangan basket di Siring Pierre Tendean tidak akan hilang akibat proyek tersebut. Pemerintah bersama BWS telah membahas tanggung jawab pemulihan fasilitas setelah pembangunan pintu air rampung.
"Sudah ada pembicaraan bahwa nanti akan ditangani BWS yang bertanggung jawab. Intinya adalah kolaborasi dan koordinasi sehingga apapun masalah yang muncul di lapangan pasti akan diselesaikan dengan cara duduk bersama," ujar Chandra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....