UPT Kementan Sukseskan Giat Tanam Serentak di Batola

  • 13 Jun 2026 14:36 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.OD, Barito Kuala – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi langkah strategis dalam menjaga peningkatan produksi pangan nasional. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Pemanfaatan lahan secara optimal dan percepatan tanam menjadi kunci untuk meningkatkan produksi padi serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar target produksi pangan nasional dapat tercapai secara maksimal. Hal ini juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Dirinya menekankan pentingnya kesiapan petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia. “Lahan yang sudah siap tanam perlu segera dimanfaatkan. Hal ini membutuhkan komitmen bersama agar produktivitas pertanian terus meningkat,” ujar Santi.

Untuk itu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Serta Brigade Pangan melakukan Kegiatan tanam serentak merupakan bagian dari upaya percepatan tanam nasional dalam mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui pemanfaatan lahan hasil program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian. Lokasi utama Nasional berada di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Kalimantan Selatan turut berpartisipasi secara daring dari lokasi kegiatan di Kabupaten Barito Kuala. Yakni pada hari Jum'at 12 Juni 2026.

Pada Gerakan Tanam Serentak kali ini, Kabupaten Barito Kuala menargetkan luasan tanam mencapai 2.000 hektare yang terdiri dari lahan OPLAH Tahun 2024 dan OPLAH Tahun 2025. Khusus di lokasi kegiatan yang berada di Brigade Pangan Bangkit Membangun Desa Jejangkit Pasar, Kabupaten Barito Kuala, akan dilakukan tanam pada areal seluas 105 hektare.

Lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan tidur yang berhasil dioptimalkan menjadi lahan produktif melalui program optimalisasi lahan dan optimalisasi kinerja alsintan oleh Brigade Pangan. Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi sesaat setelah melaksanakan tanam serempak mengungkapkan hal ini bisa menujukan contoh pertanian terbaik di Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kita mendukung pemerintah, Bahwa sektor pertanian menjadi unggulan di Provinsi Kalimantan Selatan," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang sudah banyak membantu. Juga mendukung sektor pertanian di Kabupaten Barito Kuala.

Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur mengungkapkan Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Brigade Pangan, unsur TNI-Polri serta penyuluh pertanian. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam produktif, dan memperkuat kontribusi Kalimantan Selatan dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Syamsir Rahman mengatakan Kabupaten Barito Kuala telah berkontribusi menyumbang kurang lebih 333 ribu ton beras di Tahun 2025. Ini merupakan yang terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan.

"Melalui gerakan tanam serentak ini, OPLAH telah dilaksanakan oleh Brigade Pangan. Kita suport petani kita untuk menjaga swasembada pangan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....