Pelestarian Bahasa Banjar Perlu Dukungan Generasi Muda

  • 12 Jun 2026 06:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penggunaan bahasa daerah Banjar di kalangan generasi muda dinilai mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Meskipun masih digunakan dalam percakapan sehari-hari, sejumlah kosakata dan peribahasa Banjar mulai jarang terdengar.

Hal tersebut disampaikan Akademisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Khairunnisa, dalam acara Lentera Kehidupan di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 5 Juni 2026. Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya Banjar.

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu Kota Banjarmasin menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait revitalisasi bahasa daerah. Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan bahasa Banjar.

“Generasi muda saat ini masih menggunakan bahasa Banjar, tetapi sejumlah kosakata daerah mulai jarang digunakan,” ujarnya. “Misalnya, kata lawang yang berarti pintu kini semakin jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari.”

Khairunnisa menjelaskan, peribahasa Banjar juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Salah satu yang masih dikenal luas adalah ungkapan haram manyarah waja sampai ka puting yang menjadi semangat pantang menyerah masyarakat Banjar.

Menurutnya, banyak peribahasa Banjar mengandung nilai moral, sosial, dan etika dalam berinteraksi. Namun, penggunaan ungkapan-ungkapan tersebut kini mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda.

“Padahal, peribahasa dan sasindiran mengandung banyak nasihat hidup yang berharga,” ujarnya. “Melalui ungkapan itu, masyarakat Banjar diajarkan untuk bersikap bijak, santun, dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....