Desa Wisata Kiram dan Ribuan Desa di Kalsel Kini Merdeka Digital

  • 11 Jun 2026 19:37 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjar - Warga Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kini tidak lagi harus mendaki perbukitan untuk mendapatkan sinyal telepon seluler. Perluasan infrastruktur digital yang menjangkau kawasan permukiman telah memudahkan masyarakat mengakses layanan telekomunikasi dan internet.

Amad, warga Desa Kiram, mengatakan kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya warga harus mencari lokasi yang lebih tinggi untuk menelepon, kini komunikasi, termasuk panggilan video, dapat dilakukan dari kawasan permukiman.

"Dulu di wilayah Kiram ini tidak ada jaringan, harus ke tempat yang tinggi dulu hanya untuk menelepon," ujar Amad. “Sekarang lebih gampang untuk komunikasi, video call sudah bisa dan tidak perlu lagi ke gunung.”

Amad, warga Desa Kiram saat ditemui di salah satu warung di area wisata Desa Kiram. (Foto: RRI/Syahrul)

Keberadaan menara Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menjadi salah satu faktor utama meningkatnya akses telekomunikasi di Desa Kiram. Sebelum infrastruktur tersebut tersedia, warga harus mencari titik tertentu di kawasan perbukitan untuk memperoleh sinyal telepon.

Pembakal Desa Kiram, Iwar, menuturkan warga dahulu mengandalkan kawasan Bukit Batu Babi untuk melakukan komunikasi melalui telepon seluler. Aktivitas mencari sinyal di perbukitan menjadi bagian dari keseharian masyarakat sebelum jaringan telekomunikasi menjangkau desa.

"Kalau sebelumnya yang BAKTI ini tidak ada, sulit. Saya ke bukit ini, namanya Bukit Batu Babi, kalau mau menelepon harus ke bukit ini," ujar Iwar.

Iwar, Pembakal Desa Kiram, Kabupaten Banjar, menceritakan kondisi akses telekomunikasi di desanya sebelum jaringan seluler menjangkau kawasan permukiman warga. (Foto: RRI/Aline)

Berdasarkan data terbaru Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, perluasan jaringan digital telah menghubungkan 1.903 desa dari total 2.015 desa di wilayah Kalimantan Selatan. Capaian tersebut merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung konektivitas dan pemerataan layanan komunikasi.

Pemerintah daerah saat ini masih berupaya menyelesaikan akses jaringan di wilayah yang tergolong blank spot. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi agar jaringan dapat menjangkau daerah dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit.

"Masih ada sekitar 112 desa yang dikategorikan blank spot. Jadi mungkin sekitar 5 persen," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, Jumat, 29 Mei 2026. "Kami juga berkoordinasi dengan para provider, terutama untuk daerah yang tidak berorientasi bisnis dan memiliki jumlah penduduk yang tidak banyak.”

Muhamad Muslim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto: RRI/Aline)

Meski akses telekomunikasi telah tersedia, kualitas jaringan di Desa Kiram masih memerlukan penguatan agar sinyal tetap stabil. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas layanan komunikasi bagi masyarakat setempat.

Pemerintah berharap pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mendorong perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....