PUPR Jangan Obral Janji Perbaiki Jalan Simpang Sungai Jelai!
- 11 Jun 2026 12:01 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Penantian panjang warga Simpang Sungai Jelai, Kelurahan Basirih Selatan akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang kurang memadai, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan perbaikan akses utama menuju kawasan tersebut akan direalisasikan usai penyusunan Detail Engineering Design (DED) selesai dilakukan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya, menegaskan proses perencanaan saat ini tengah dipercepat agar pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan. “Sudah kita cek dan melakukan pengukuran jalan. Rencananya diperbaiki sekitar 500 meter menuju SDN Basirih 10,” ujar Chandra.
Menurutnya, perbaikan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Akses tersebut menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Simpang Jelai, termasuk para pelajar yang setiap hari melintasi jalan tersebut menuju sekolah.
PUPR pun telah melakukan survei lapangan untuk memastikan desain yang disusun sesuai dengan kondisi eksisting. Selain mempertimbangkan lebar jalan yang berkisar 4 hingga 5 meter, pemerintah juga harus memperhitungkan karakteristik kawasan yang berada di bantaran sungai dan kerap terdampak pasang surut air.
“Jalan itu terindikasi akan ditangani Pemko, jadi pasti. Akses ini bukan hanya digunakan anak-anak sekolah, tetapi juga masyarakat Simpang Jelai dari depan sampai ke dalam,” ucapnya.
Chandra mengungkapkan, proyek penanganan Jalan Simpang Jelai kini telah masuk dalam daftar prioritas Pemerintah Kota Banjarmasin. Bahkan, langkah percepatan dilakukan setelah adanya arahan langsung dari Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, agar akses vital masyarakat itu segera mendapat perhatian serius.
“Karena sudah menjadi prioritas pemerintah daerah, proses perencanaannya kami percepat. Tujuannya agar pelaksanaannya bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR sempat menyampaikan rencana peningkatan akses jalan secara bertahap. Program tersebut disebut meliputi pengerasan, peninggian badan jalan hingga peningkatan kualitas infrastruktur agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan lebih mudah.
Namun hingga pertengahan 2026, realisasi proyek tersebut belum juga terlihat di lapangan. Sempitnya ruas jalan membuat mobilisasi alat berat dan material pembangunan yang sulit, menjadi alasan janji ini tak kunjung terealisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....