Makna Hijrah Ajarkan Pengorbanan dan Perbaikan Diri

  • 10 Jun 2026 14:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang membawa perubahan besar bagi umat Muslim. Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi perpindahan tempat tinggal, tetapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan, dakwah, dan peradaban Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Muhammad Taslimurrahman, Lc dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 10 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa kaum Muhajirin saat itu menunjukkan keteguhan iman dengan meninggalkan kampung halaman demi mempertahankan keyakinan kepada Allah Swt.

“Hijrah memberikan pelajaran tentang pengorbanan dalam menjaga keimanan kepada Allah Swt,” ujarnya. “Kaum Muhajirin rela meninggalkan berbagai kenyamanan demi mempertahankan akidah mereka.”

Ustaz Taslimurrahman juga menjelaskan bahwa masyarakat Madinah yang dikenal sebagai kaum Anshar memberikan teladan dalam persaudaraan dan kepedulian sosial. Mereka menyambut kaum Muhajirin dengan penuh keikhlasan dan membantu memenuhi kebutuhan hidup saudara-saudara mereka.

“Kaum Anshar dengan ikhlas memberikan tempat terbaik bagi saudara-saudara mereka yang datang dari Makkah,” katanya. “Sikap tersebut menjadi contoh nyata ukhuwah Islamiyah yang patut diteladani.”

Ia menambahkan bahwa hijrah turut membawa perubahan dalam karakter wahyu yang diterima Rasulullah saw. Setelah hijrah, ayat-ayat yang turun dikenal sebagai ayat Madaniyah yang lebih banyak mengatur kehidupan bermasyarakat dan berbagai aspek hukum Islam.

Menurutnya, ketika berada di Makkah, ajaran Islam lebih menitikberatkan pada penguatan tauhid dan pembentukan akhlak. Sementara di Madinah, ajaran Islam berkembang lebih luas hingga mencakup aturan sosial, ekonomi, dan pemerintahan.

Selain itu, strategi dakwah Rasulullah saw juga mengalami perkembangan setelah hijrah. Dakwah Islam tidak hanya berfokus di Madinah, tetapi mulai menjangkau berbagai wilayah melalui surat dan utusan yang dikirim kepada para pemimpin dan penguasa.

“Momentum hijrah jangan hanya menjadi seremoni tahunan. Namun harus dimaknai sebagai langkah nyata untuk terus memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Ustaz Taslimurrahman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....