Perkuat Mitigasi, BPBD Balangan Sosialisasikan Program Keluarga Tangguh Bencana
- 10 Jun 2026 11:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan terus memperkuat koordinasi terkait rencana pelaksanaan sosialisasi mitigasi bencana. Langkah strategis ini dimatangkan melalui pertemuan bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Balangan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Pertemuan tersebut membahas persiapan teknis sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana (Katana) yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 11 Juni 2026. Menariknya, organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Balangan turut dilibatkan secara aktif dalam agenda edukasi kebencanaan ini.
"Sosialisasi Katana ini salah satu langkah strategis kita bersama. Kita berupaya membangun mitigasi bencana yang kuat dan berbasis lingkungan keluarga serta komunitas," ujar Ketua FPRB Balangan, Hafiz Ansyari.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi, menambahkan pihaknya sengaja merangkul FPRB sebagai mitra utama di lapangan. Tidak sekadar edukasi teori, dalam kegiatan sosialisasi tersebut nantinya juga akan dilakukan pembagian bibit tanaman kepada seluruh peserta.
"Bibit ini nantinya harus ditanam oleh masing-masing peserta di lingkungan tempat tinggal mereka. Jadi, ini merupakan salah satu upaya mitigasi bencana melalui penghijauan dan penguatan daya dukung lingkungan," katanya.
Jumaidil berharap, kolaborasi ini dapat mendongkrak kapasitas serta kesiapsiagaan para tenaga kesehatan, khususnya bidan dalam menghadapi situasi darurat. Hal tersebut mengingat peran bidan selama ini kerap menjadi garda terdepan di tingkat keluarga maupun masyarakat.
Melalui implementasi program Katana, setiap bidan diharapkan mampu menularkan ilmu kesiapsiagaan dan rencana kedaruratan kepada keluarga pasien mereka. Sinergi ini diyakini efektif sebagai salah satu metode perluasan informasi pencegahan dini di tingkat masyarakat.
Melalui program Katana ini, diharapkan keluarga juga memiliki peran dalam kesiapsiagaan dan rencana kedaruratan. Selain itu, pemahaman risiko bencana di lingkungan tempat tinggal, khusunya bagi kelompok ibu-ibu dan anak-anak juga dapat semakin meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....