Upaya Rehabilitasi, Perguruan Muhammadiyah 1 Harapkan Perbaikan Total

  • 10 Jun 2026 11:21 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pascakebakaran beberapa waktu lalu, aktivitas pembelajaran di Kompleks Perguruan Muhammadiyah 1 Banjarmasin hingga kini masih belum berjalan optimal. Puluhan kursi dan meja belajar tampak hangus di tengah puing-puing bangunan sisa peristiwa memprihatinkan tersebut.

Kondisi ini setidaknya melanda 19 ruang kelas serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Infrastruktur yang terdampak parah merupakan aset milik Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 1 Banjarmasin.

Kepala MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin, Ishak, menyebut saat ini aktivitas puluhan anak didiknya terpaksa dialihkan ke area Masjid KH Ahmad Dahlan. Rumah ibadah yang berada di dalam kompleks yang sama tersebut kini difungsikan sebagai tempat darurat pelaksanaan Ulangan Akhir Semester (UAS).

Guna memulihkan kondisi sekolah, Ishak mengatakan pihaknya tengah mengupayakan pengajuan proposal bantuan ke berbagai pihak. Langkah koordinasi ini ditargetkan mampu merevitalisasi total bangunan yang terdampak agar dapat digunakan kembali.

"Kemarin ke Muhammadiyah dari wilayah hingga ke pusat sudah kita ajukan. Begitu juga dengan Kemenag dari kota sudah ada surat rekomendasi," kata Ishak, Senin, 8 Juni 2026.

Secara fisik, bangunan yang hangus dilahap api tersebut dinilai sudah tidak aman untuk menampung aktivitas belajar mengajar. Pihak sekolah berharap usulan perbaikan ini dapat segera terealisasi demi memastikan pembelajaran dapat segera normal kembali.

"Kalau dari depan terlihat hangus biasa saja. Tapi, kalau kita masuk itu sudah hancur total, makanya kita harapkan secepatnya dapat dilakukan perbaikan total," ucap Ishak menambahkan.

Sementara itu, berbagai upaya untuk meringankan beban kedua madrasah tersebut terus mengalir. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin bahkan telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh satuan kerja di bawah naungannya.

Instruksi tersebut berisi ajakan penggalangan dana sukarela untuk membantu dua sekolah Muhammadiyah yang terdampak. Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarmasin, Saipudin, mengatakan aksi solidaritas ini merupakan langkah cepat dari jajarannya.

"Kami coba upayakan saling peduli. Nantinya, kalau sudah terkumpul akan segera kami serahkan kepada kedua satker tersebut," katanya.

Selain menggalang donasi internal, Saipudin menyebut pihaknya telah menandatangani surat rekomendasi resmi. Surat ini nantinya dpaat memperkuat legalitas proposal yang diajukan oleh pengurus Perguruan Muhammadiyah 1 Banjarmasin.

Saipudin mengungkapkan pihaknya berkomitmen penuh mengawal pengusulan dana darurat rehabilitasi ini ke tingkat Kementerian Agama pusat. Upaya tersebut ditempuh mengingat mekanisme pencairan anggaran bencana secara berada di bawah kewenangan pusat.

"Kami akan terus pantau perkembangannya nanti. Karena pendidikan ini merupakan layanan utama bagi anak-anak kita," ujar Saipudin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....