Menjaga Perasaan Orang Lain Bagian dari Sunah Rasulullah

  • 08 Jun 2026 19:51 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjaga perasaan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari bukan sekadar etika sosial, tetapi juga bagian dari sunah Rasulullah saw. Hal tersebut disampaikan Ustaz H. Hanafi, M.A., dalam siaran Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Ustaz Hanafi, masih banyak masyarakat yang memaknai sunah sebagai sesuatu yang boleh ditinggalkan tanpa konsekuensi. Padahal, di balik setiap sunah Rasulullah terdapat nilai kebaikan yang dapat menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

“Selama ini di tengah masyarakat, istilah sunah cenderung dinomorduakan karena dianggap tidak masalah jika tidak dikerjakan. Padahal, setiap sunah Rasulullah mengandung pelajaran dan manfaat yang besar bagi kehidupan umat Islam,” ujarnya.

Ia mengajak umat Islam untuk mulai memperbaiki cara pandang terhadap sunah. Dengan mengamalkan sunah, seseorang tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga meneladani akhlak dan karakter Rasulullah saw.

Lebih lanjut, Ustaz Hanafi menjelaskan bahwa para ulama membagi sunah Nabi Muhammad saw ke dalam tiga dimensi utama. Ketiga dimensi tersebut meliputi sunah dalam penampilan, sunah dalam perbuatan atau akhlak, serta sunah dalam cara berpikir dan kepedulian terhadap umat.

Dalam aspek akhlak, Rasulullah saw dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga perasaan orang lain. Beliau memiliki kepekaan tinggi terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan orang-orang di sekitarnya.

Ustaz Hanafi mengutip Al-Qur’an Surah At-Taubah yang menggambarkan Rasulullah saw sebagai sosok yang memiliki sifat ra’uf dan rahim. Sifat tersebut mencerminkan kasih sayang yang mendalam, kelembutan hati, serta perhatian besar terhadap sesama manusia.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ia mengingatkan pentingnya mengamalkan konsep idkhalus surur, yakni menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Menurutnya, setiap Muslim perlu menjaga ucapan, sikap, dan perilaku agar tidak menyakiti atau merendahkan orang lain.

“Ketika kita berkomunikasi, bermuamalah, dan bergaul dengan sesama manusia, penting untuk saling menyenangkan. Segala bentuk perilaku yang dapat melukai perasaan orang lain sebaiknya dihindari demi menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Sebagai teladan, Rasulullah saw selalu menunjukkan kepedulian tanpa membedakan status sosial seseorang. Ustaz Hanafi mengisahkan bahwa dalam Kitab Simtud Durar disebutkan Rasulullah saw senantiasa memenuhi undangan, termasuk dari kalangan masyarakat sederhana, sebagai bentuk penghormatan dan upaya menjaga perasaan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....