Ratusan Aduan Jalan Berlubang Menggunung, Banjarmasin Selatan Paling Parah!

  • 08 Jun 2026 10:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 219 aduan masuk ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin. Aduan yang masuk mengenai kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Dari jumlah tersebut, 179 aduan telah ditangani, sementara 37 aduan lainnya ternyata berada di luar kewenangan Pemerintah Kota Banjarmasin. Adapun tiga titik jalan berlubang saat ini masih dalam proses penanganan berupa penambalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandy Wijaya, mengatakan pihaknya terus bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, laporan masyarakat menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan prioritas perbaikan jalan, terutama pada titik-titik yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Sampai saat ini ada 219 aduan jalan berlubang yang masuk kepada kami. Dari jumlah tersebut, 179 sudah kami tangani, 37 bukan merupakan kewenangan Pemerintah Kota Banjarmasin, dan tiga lainnya masih dalam tahap penanganan," ujar Chandra, Senin 8 Juni 2026.

Chandra mengungkapkan, wilayah Banjarmasin Selatan menjadi kawasan yang paling banyak diadukan masyarakat terkait jalan berlubang. Tingginya volume kendaraan serta kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami penurunan kualitas menjadi faktor yang memicu banyaknya laporan dari warga.

"Untuk aduan terbanyak memang berada di wilayah Banjarmasin Selatan. Karena itu menjadi perhatian khusus kami untuk segera ditangani agar tidak membahayakan masyarakat," ucapnya.

Ia memastikan, tim PUPR terus melakukan pemantauan lapangan sekaligus mempercepat proses penambalan pada titik-titik kerusakan yang telah teridentifikasi. Selain menindaklanjuti laporan yang masuk, PUPR juga melakukan inspeksi rutin guna menemukan kerusakan jalan yang belum sempat dilaporkan warga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan apabila menemukan jalan berlubang. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....