Hijrah Digital, Upaya Menjaga Nilai Islam di Era Teknologi

  • 05 Jun 2026 12:51 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Arus digital yang semakin luas membawa tantangan baru bagi umat Islam dalam menjaga nilai moral dan keimanan. Hal ini menjadi pembahasan dalam Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin bersama Ustaz Wahyu Fitrianoor, Lc., M.H., dari IKADI Kalimantan Selatan, Kamis malam, 3 Juni 2026.

Ustaz Wahyu mengatakan, jika hijrah pada masa Nabi Muhammad saw adalah perpindahan secara fisik, maka saat ini makna hijrah juga terjadi di ruang digital. Perubahan tersebut berkaitan dengan cara manusia menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

“Media sosial menghadirkan kemudahan komunikasi, tetapi juga membuka ruang penyebaran hoaks dan fitnah,” ujarnya. “Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi generasi muda Muslim.”

Ia menjelaskan, budaya instan dan konsumtif semakin kuat memengaruhi pola pikir masyarakat modern. Hal tersebut membuat banyak orang menjauh dari proses dan nilai kesabaran dalam kehidupan.

Ustaz Wahyu juga menegaskan, hijrah digital dimaknai sebagai kemampuan menyaring informasi dan menggunakan teknologi secara bijak. Umat Islam dituntut menjadikan ruang digital sebagai sarana kebaikan.

Menurutnya, Al-Qur’an menegaskan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan informasi di tengah masyarakat. Nilai tersebut menjadi pedoman penting di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia menambahkan, perubahan besar dalam Islam dimulai dari diri sendiri. Tanpa perubahan diri, lingkungan sekitar juga tidak akan menjadi lebih baik.

“Untuk saat ini, penting sekali hijrah di era digital dengan segala tantangannya,” ujarnya. “Hijrah hari ini adalah meninggalkan keburukan di ruang digital menuju kebaikan.”

Ustaz Wahyu menegaskan, hijrah Nabi Muhammad saw menjadi contoh untuk membangun kesadaran baru di era teknologi. Intinya, perubahan diri akan membawa perubahan bagi masyarakat dan peradaban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....