Merajut Tak Sekedar Hobi, juga Bernilai Ekonomi

  • 31 Mei 2026 19:34 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (HIMAKOM FISIP) UNISKA Banjarmasin menggelar pelatihan merajut untuk pemula di Rumah Alam, Jalan Sungai Andai, Komplek Andai Jaya Persada Blok D Nomor 8 RT 34, Minggu, 31 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan keterampilan baru yang berpotensi menjadi peluang usaha bagi peserta.

Pelatihan diikuti 30 peserta dan berlangsung selama tiga jam mulai pukul 15.00 sampai 18.00 Wita. Kegiatan menghadirkan pemateri Rakhmalina Bakhriati, Naufal Lisna Reisya, serta tim dari Rumah Alam dan Miracle.

Peserta mendapatkan materi dasar merajut yang disusun khusus untuk pemula. Materi meliputi pembuatan rantai, teknik double crochet, serta variasi membuat bunga dan bentuk hati.

Panitia memilih keterampilan merajut karena saat ini semakin diminati masyarakat. Selain menjadi hobi kreatif, keterampilan tersebut juga berpotensi menjadi peluang usaha.

Selama pelatihan, peserta dibimbing sejak tahap paling dasar hingga mampu menghasilkan karya sederhana. Seluruh bahan praktik disediakan panitia sehingga peserta hanya perlu mengikuti proses pembelajaran.

Peserta juga langsung mempraktikkan materi yang diberikan pemateri. Hasil rajutan yang dibuat selama pelatihan dapat dibawa pulang sebagai hasil belajar.

“Melalui pelatihan ini kami berharap peserta mengenal dasar-dasar merajut dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami,” ujar Rakhmalina Bakhriati.

Rakhmalina berharap, peserta termotivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan hasil karyanya. Merajut bisa dipelajari oleh siapa saja dan tidak mengenal batas usia.

"Merajut bisa dipelajari oleh siapa saja dan tidak mengenal batas usia. Kunci utamanya adalah kemauan untuk belajar, ketekunan, dan kesabaran dalam prosesnya," kata Rakhmalina.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Naufal Lisna Reisya mengatakan produk rajutan saat ini memiliki banyak peminat. Keterampilan tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

“Saat ini produk rajutan memiliki banyak peminat dan nilai ekonomi yang menjanjikan. Dengan keterampilan yang terus diasah, merajut dapat menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus peluang usaha,” kata Echa, sapaan akrabnya.

Menurut Echa, semakin banyak masyarakat diharapkan tertarik mempelajari keterampilan ini. Merajut dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk masa depan.

Peserta menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku senang mendapat kesempatan belajar merajut dari dasar. Mereka berharap pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan materi yang lebih beragam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....