Lawan Sampah dari Rumah, PAM Bandarmasih Bagikan 100 Komposter Gratis
- 31 Mei 2026 15:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Upaya mengurangi persoalan sampah di Kota Banjarmasin terus dilakukan. Kali ini, PAM Bandarmasih (Perseroda) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin membagikan 100 unit komposter kepada masyarakat dalam kegiatan yang digelar Taman Satwa Edukasi Jahri Saleh.
Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mewakili Wali Kota, H. M. Yamin HR. Bantuan ini sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan daerah dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Program ini difokuskan untuk mendorong masyarakat mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Terutama memisahkan sampah organik dan anorganik agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrorsesan Akhir (TPA).
Direktur Utama PAM Bandarmasih (Perseroda), Zulbadi, mengatakan bantuan komposter tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan besar di Kota Banjarmasin. Ia turut mendorong, masyarakat agar lebih sadar dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Melalui bantuan komposter ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih sadar dalam memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik yang diolah dengan baik tentu akan mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Zulbadi.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya.
Komposter yang dibagikan merupakan komposter skala rumah tangga yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk atau bahan yang lebih bermanfaat. Dengan cara ini, sampah yang dibuang ke TPA diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Program tersebut juga sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang saat ini terus memperkuat berbagai strategi penanganan sampah. Mulai dari edukasi, pengurangan sampah dari sumber, hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
“Kalau masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah organik sendiri, dampaknya akan sangat besar terhadap pengurangan volume sampah kota. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang perubahan pola hidup yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya, menambahkan.
Penyerahan 100 unit komposter itu menjadi bukti bahwa penanganan sampah tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah, perusahaan daerah, dan warga, Banjarmasin diharapkan mampu membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....