Kinerja Fiskal Kalsel Tumbuh Positif Memasuki Triwulan II Tahun 2

  • 29 Mei 2026 11:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kinerja fiskal di Kalimantan Selatan pada awal Triwulan II tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang solid dan positif. Peningkatan pendapatan negara dan percepatan belanja daerah menjadi indikator utama penguatan ekonomi regional. Jumat 29 Mei 2026.

Hingga April 2026, realisasi Belanja Negara di Kalsel tercatat Rp9,50 triliun atau 31,75 % dari total pagu Rp29,93 triliun. Capaian ini memperlihatkan akselerasi pelaksanaan anggaran yang terus berjalan optimal.

Kepala DJPb Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, menyampaikan Belanja Pemerintah Pusat menajdi motor utama penggerak realisasi fiskal daerah. Nilai realisasi BPP Rp2,82 triliun dengan pertumbuhan sangat kuat sebesar 40,77 % secara tahun ke tahun.

“Peningkatan belanja pemerintah pusat menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Belanja negara juga diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan pelaksanaan program prioritas nasional di Kalsel,” ujarnya.

Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah masih menjadi kontribusi terbesar dalam realisasi belanja negara dengan nilai Rp6,68 triliun. Secara tahunan penyaluran TKD masih mengalami kontraksi 17,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi penerimaan, Pendapatan Negara di Kalsel hingga April 2026 berhasil terkumpul Rp4,39 triliun atau 14,92 % dari target yang ditetapkan. Capaian ini tumbuh positif 30,30% secara tahunan yang didorong pemulihan penerimaan perpajakan 27,09%.

“Kondisi ini menempatkan defisit regional yang berada pada angka Rp5,11 triliun. APBN dinilai tetap berperan penting sebagai instrumen countercyclical untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi daerah,” ucapnya.

Pada sisi konsolidasi APBD regional, Pendapatan Daerah Kalsel hingga akhir April 2026 tercatat Rp9,49 triliun atau 30,17 % dari target. Pemda juga dinilai mulai menunjukkan peningkatan kemandirian fiskal dengan menurunnya ketergantungan dana transfer pusat menjadi 68,88%.

Dari sisi belanja daerah, realisasi APBD mencapai Rp8,50 triliun atau 20,80 % dari total pagu anggaran. Realisasi ini tumbuh positif 10,86% secara tahunan setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

“Belanja Modal menjadi komponen paling menonjol dengan lonjakan pertumbuhan 193,96 % secara tahunan menjadi Rp870,85 miliar. Kondisi ini menjadi indikasi percepatan eksekusi proyek fisik dan infrastruktur yang diharapkan mampu menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Kalsel,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....