Akses Jalan Rusak, Petani Terpaksa Manfaatkan Jalur Sungai

  • 29 Mei 2026 09:25 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akses jalan yang belum merata masih dikeluhkan masyarakat di kawasan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur. Kondisi jalan rusak tersebut kerap menghambat aktivitas harian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Jalanan berbatu, becek dan berlumpur ini merupakan jalur utama menuju lahan pertanian. Akibat rusaknya jalur darat, sebagian warga terpaksa memanfaatkan jalur sungai sebagai rute alternatif.

Salah seorang warga, Fatimah, mengaku pilihannya menggunakan jalur sungai ini sebenarnya menjadi tantangan baru bagi para petani. Hal itu dikarenakan kapasitas angkut hasil panen jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kendaraan darat.

"Kalau pakai mobil pick up (mobil bak) itu bisa membawa banyak. Ini juga susah karena harus mengayuh," ucap Fatimah yang juga petani di daerah tersebut.

Namun, pemanfaatan jalur air ternyata tidak serta-merta menjadi solusi yang mudah. Aliran sungai yang sering terhambat oleh tumpukan eceng gondok membuat para petani terpaksa harus mengeluarkan tenaga ekstra saat melintas.

"Di sini semua petani merasakan yang sama dengan jalan ini. Jadi, harapannya bisa diperbaiki biar tidak lewat sungai lagi," katanya.

Selain itu, sulitnya akses ini turut berdampak pada kondisi finansial warga. Ongkos angkut hasil panen dari lahan sawah menuju perkampungan tidak semurah jika jalur tersebut lancar.

Ketua Kelompok Tani Sekeluarga, Ahmatsyah, membenarkan tingginya biaya transportasi tersebut sangat dikeluhkan oleh para petani. Harga ongkos angkut saat ini berkisar di antara Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per belek, tergantung jarak tempuh.

"Jadi ongkos ini yang sering jadi beban juga. Makanya kalau diperbaiki, ongkos angkut bisa turun juga," ujarnya menjelaskan.

Melihat kondisi yang sudah berlangsung cukup lama ini, masyarakat sangat berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus. Pembangunan jalan secara total dinilai sangat mendesak mengingat akses tersebut merupakan jalur utama perekonomian warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....