Kalsel Alami Fenomena Perubahan Cuaca di Masa Transisi Kemarau
- 29 Mei 2026 08:27 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masyarakat Kalimantan Selatan saat ini merasakan fenomena perubahan cuaca. Hujan lebat disertai angin kencang kerap muncul tiba-tiba. Kondisi kontradiktif tersebut menjadi penanda masa transisi kemarau.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Kalsel Vera Yuliyanti menegaskan bahwa Kalsel belum memasuki kemarau. Wilayah ini masih terjebak dalam fase peralihan cuaca.
"Kondisi atmosfer di daerah ini cukup labil," katanya dalam siaran 'kentongan' RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu 26 Mei 2026.
Menurutn ya, suhu permukaan terasa sangat panas sehingga meningkatkan penguapan. Kelembapan udara yang tinggi turut memicu pertumbuhan awan.
Gangguan cuaca regional, kata Vera juga memengaruhi pola iklim harian. Fenomena gelombang atmosfer membawa pergerakan awan pembawa hujan. Interaksi berbagai faktor topografi alam juga bisa membuat intensitas hujan meningkat.
Vera menerangkan, awal musim kemarau diprediksi terjadi secara bertahap namun merata. Pergerakan cuaca kering dimulai dari sisi kalsel bagian barat mengarah ke kalsel bagian timur.
"Daerah pesisir akan cenderung lebih dahulu mengalami kekeringan," ujarnya.
Dari pantauan BMKG, musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga bulan November. BMKG juga terus memantau indikator hari tanpa turun hujan. Warga diimbau segera memanen air hujan selagi melimpah untuk persiapan menghadapi kemarau.
Langkah mitigasi dini sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Kebersihan lingkungan wajib dijaga agar terhindar dari penyakit.
"Informasi harian resmi dari BMKG juga harus selalu menjadi rujukan warga masyarakat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....