Soroti Limbah Kurban, Warga Diminta Kelola Limbah Pemotongan Sesuai Standar

  • 28 Mei 2026 20:36 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pengelolaan limbah kurban kembali menjadi sorotan penting pada momen Iduladha 1447 Hijriah ini. Pasalnya, limbah pemotongan seperti jeroan, isi perut, usus, hingga kotoran hewan kurban kerap tidak dikelola dengan baik.

Hal ini pun dikhawatirkan dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Banjarmasin, drh. Annang Dwijatmiko, mengatakan pihak panitia kurban dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengelola limbah tersebut.

Ia menyampaikan untuk penanganan darah hewan kurban dapat dilakukan dengan menggunakan wadah penampungan atau lubang galian resapan. Sementara untuk kotorannya, dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik.

"Untuk darah misalnya, itu bisa ditimbun di lubang resapan. Tapi sebelumnya perlu ditaburi dengan kapur, kemudian nanti ditimbun, lalu ditaburi kapur lagi, baru disemprot dengan disinfektan," ujarnya menjelaskan.

Selain itu, drh. Annang menegaskan pengelolaan yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang membuang limbah kurban ke TPS, aliran sungai, atau bahkan ke lingkungan permukiman warga.

"Limbah ini bisa menyebabkan penyakit-penyakit yang menyerang ke manusia atau hewan lain. Makanya kita harapkan masyarakat dapat memerhatikan dengan baik," katanya menambahkan.

Di sisi lain, persoalan ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Marzuki, menegaskan pihaknya kembali menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada panitia kurban.

Edaran tersebut berisi tentang imbauan agar limbah pemotongan hewan dikelola dengan baik. Selain itu, pengurangan penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging kurban juga menjadi catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Marzuki menilai kesadaran panitia sangat menentukan keberhasilan pengurangan sampah pada momen Iduladha. Pasalnya, setiap momen kurban produksi sampah rumah tangga dan organik di Banjarmasin kerap mengalami peningkatan yang signifikan.

"Kalau ini dijalankan dengan tertib, maka produksi sampah bisa berkurang hingga lima persen. Itu sudah sangat membantu kita dalam pengurangan sampah," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....