ULM Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Jepang untuk Program Zero Waste
- 25 Mei 2026 15:58 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Jepang sekaligus menandatangani kerja sama baru dengan Kitakyushu University, Prefektur Fukuoka. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, bersama Rektor ULM dan jajaran dekan.
Ketua Unit Mobilitas Kegiatan Mahasiswa Terpadu ULM, Dr. Indira Fitriliyani, menjelaskan program internasional ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus jejaring global. Peserta berasal dari FMIPA, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Kehutanan, Fakultas Kedokteran, FISIP, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga FKIP.
Kitakyushu dipilih karena dikenal sebagai kota dengan transformasi lingkungan menuju sistem zero waste yang berhasil diterapkan. Selain memperkuat internasionalisasi kampus, mahasiswa juga diharapkan mempelajari budaya serta semangat perubahan masyarakat Jepang.
“Ini menjadi contoh pengelolaan zero waste,” ujarnya. “Untuk kerja sama lingkungan ULM ke depan.”
Program ini juga diharapkan mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai salah satu indikator penting kinerja universitas. Mahasiswa akan mempelajari secara langsung penerapan pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat Jepang sehari-hari.
Tim KKN Internasional dijadwalkan berangkat pada 31 Mei dan kembali ke Indonesia pada 9 Juni 2026. Sebelum keberangkatan, peserta telah melalui proses seleksi sejak akhir 2025, termasuk kursus bahasa dan wawancara mandiri.
Indira menyebut dukungan universitas sangat besar, terutama dalam pembiayaan perjalanan nasional hingga internasional bagi mahasiswa peserta. Menurutnya, pengalaman ini diharapkan mampu membuka keberanian mahasiswa untuk mengambil peluang beasiswa dan membangun masa depan di tingkat global.
Sepulang dari Jepang, mahasiswa diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih besar dalam mengejar peluang internasional. Pengalaman tersebut juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas akademik dan daya saing global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....